Berita

Putut Prabantoro: Jangan Kecam Pesta Bikini SMA

MINGGU, 26 APRIL 2015 | 17:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kemunculan fenomena pesta bikini dengan judul "Splash After Class" usai ujian sekolah hendaknya disikapi dengan arif dan harus dijadikan introspeksi oleh seluruh bangsa Indonesia.

"Jangan pernah mengecam apa yang dilakukan oleh anak-anak sekolah kelas XII tersebut atau bahkan menjadikan fenomena itu sebagai bentuk tindak kejahatan,"
ujar konsultan komunikasi politik, AM Putut Prabantoro ketika ditanya soal fenomena pesta bikini yang menghebohkan masyarakat, Minggu (26/4).

Menurut Putut Prabantoro yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), fenomena pesta bikini hendaknya dilihat sebagai komunikasi politik yang dilakukan oleh generasi yang dilahirkan serta dibesarkan di tengah kegalauan dan kegaduhan tatanan baru hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada tahun 1998.

Menurut Putut Prabantoro yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), fenomena pesta bikini hendaknya dilihat sebagai komunikasi politik yang dilakukan oleh generasi yang dilahirkan serta dibesarkan di tengah kegalauan dan kegaduhan tatanan baru hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada tahun 1998.

Pesta bikini muncul akibat perubahan tatanan budaya, sosial dan politik yang tidak mapan, diperparah dengan revolusi teknologi komunikasi dan informasi (gadget). Hal itu ditandai dengan demam handphone yang mengubah total tata gaul dan tata komunikasi generasi sekarang.
 
"Generasi yang lahir sekitar 1998 boleh disebut sebagai generasi galau. Mereka tidak menemukan patron atau tokoh idola kecuali dalam dunia maya. Kehidupan di keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah jauh dari teladan, sehingga mereka tumbuh tanpa terkontrol dan kendali. Apa yang kita lihat sekarang ini adalah pertumbuhan generasi baru dalam kegalauannya," bebernya.
 
Hingga saat ini, katanya, Orde Reformasi belum memberikan wujud nyata dari suatu perubahan budaya, sosial dan politik yang lebih baik daripada orde sebelumnya. Bahkan generasi ini tumbuh dalam arus besar sebuah perubahan tantatan masyarakat yang diwarnai dengan persoalan korupsi, perebutan kekuasaan dan kejahatan terencana ataupun teroganisir.

"Reformasi adalah suatu langkah yang baik pada awal mulanya. Namun ketika reformasi tidak diselesaikan dengan baik, orde ini kemudian malah memunculkan berbagai permasalahan yang tidak terselesaikan pula. Generasi yang lahir tahun 1998 terjebak dalam keruwetan tersebut. Sementara itu, masyarakat, orang tua dan pemerintah tidak menyadari kekeliruan yang telah terjadi," tukasnya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya