Berita

tantowi yahya/net

Politik

Tugas Generasi Muda Memperkuat Iman dan Ilmu Pengetahuan

SABTU, 25 APRIL 2015 | 00:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Generasi muda memiliki peranan penting dalam upaya melawan radikalisme di Indonesia yang bila dibiarkan akan mengoyak keutuhan kehidupan berbangsa dan negara.

Begitu kata anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jakarta III, Tantowi Yahya dihadapan ratusan Pelajar Madrasah Aliyah Negeri 12, Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, saat menggelar Sosialisasi 4 Konsensus Kehidupan Berbangsa dan Bernegara sebagai bagian reses pertamanya di Masa Sidang III (Jumat, 24/4).

"Paham radikalisme yang sekarang sedang top itu adalah ISIS. ISIS ini hanya salah satu paham saja, sebelumnya ada paham-paham lain yang berkembang," ujarnya.


Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR ini, paham-paham ini masuk ke Indonesia karena beberapa faktor. Di antaranya, pengetahuan masyarakat yang minim sehingga ketika paham radikalisme tersebut datang mereka menelannya mentah-mentah.

"Pembawa paham ini sengaja memilih orang-orang yang yang minim pengetahuan, karena mudah dimasuki pahamnya. Jadi, paham tersebut begitu mudah masuk, karena ketahanan kita rentan karena pengetahuan yang minim,"jelasnya.

Faktor lain yang mendorong radikalisme masuk dan berkembang adalah keimanan yang lemah. Kata, Tantowi, iman yang lemah akan mudah dan cepat sekali dimasuki paham-paham baru.

"Termasuk himpitan ekonomi, ketika ada sekelompok masyarakat itu susah, kerjaan tidak jelas, tiba-tiba ada orang yang menawarkan sesuatu padahal orang itu tahu salah. Tapi karena miskin maka mereka masa bodoh, yang penting uang," sambungnya.

"Di ISIS itu digaji, siapa orang yang nggak mau digaji ketika himpitan ekonomi mendera mereka," tandasnya.

Lebih jauh, Tantowi mengingatkan kembali bahwa tugas generasi muda adalah memperkuat iman dan memperbanyak ilmu pengetahuan, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

"Masuklah organisasi yang bisa mencerdaskan dan memperluas jaringan kita. Jangan masuk organisasi yang gak jelas, karena banyak sekali organisasi-organisasi tanpa nama tapi angnya banyak," pungkasnya di hadapan ratusan pelajar, pengajar dan staf MAN 12 yang hadir dalam acara tersebut. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya