Berita

Rachmawati Soekarnoputri

PN Pakai Tomat Busuk, Kini Polri Mau Lempar KPK dengan Telur Busuk

SELASA, 07 APRIL 2015 | 18:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemberantasan Korupsi dilecehkan kalau sampai Komjen Budi Gunawan diangkat sebagai Wakil Kapolri.

"KPK dipermalukan lagi," tegas politikus senior Rachmawati Soekarnoputri dalam pesan singkat petang ini (Selasa, 7/4).

Menurutnya, KPK seperti dilempar menggunakan tomat busuk oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah Hakim Sarpin mengabulkan gugatan Komjen BG terkait penetapannya sebagai tersangka oleh lembaga anti rasuah tersebut.


"Sekarang (mau) dilempar dengan telur busuk (oleh) Polri. Memasang BG jadi Waka Polri akan tercoreng muka di mata rakyat," ungkapnya.

Karena itu, dia menegaskan, Komjen Budi Gunawan harus ditolak jadi Wakapolri. Bahkan, kasus yang membelitnya harus terus diproses.

"Tidak bisa dan tidak layak. BG digadang lagi jadi Cawakapolri cuman politik bagi-bagi kue kekuasaan dan kompromistis," jelasnya.

Dia menilai, Komjen Budi Gunawan kembali melenggang bahkan saat ini diwacanakan menjadi Wakapolri, karena KPK tidak berani melanjutkan penanganan kasus gratifikasi yang membelit jenderal bintang tiga tersebut.

"KPK sekarat di tangan (Taufiqurrahman) Ruki. Wajah institusi lex spesialis ini seperti kena penyakit bipolar, hipokrit, sudah kehilangan elan juang anti korupsi," demikian
Ketua Yayasan Pendidikan Sukarno ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya