Berita

Gegabah, Tindakan BNPT Bisa Lahirkan Kelompok Radikal Baru

SELASA, 31 MARET 2015 | 22:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dinilai gegabah dalam memblokir sejumlah situs Islam yang dianggap menyebarkan paham radikal.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak pemblokiran terhadap situs-situs Islam tanpa penjelasan terang kepada publik kaitan langsung dan tidak langsung terhadap terorisme bisa melahirkan kelompok-kelompok radikalis baru.  

Radikalis baru ini bukan tidak mungkin akan membenci pemerintahan yang dianggap zalim dan menghina umat Islam serta dakwah Islam.


"Jelas ini tidak baik," ungkap President Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network (RfP-APYIN) ini kepada pers di Jakarta (Selasa, 31/3).

Karena itu dia menyarankan agar BNPT dan Pemerintah lebih baik mengajak dialog intensif ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, persis, Al-Wasliyah dan lainnya agar bersama-sama dan bahu membahu melawan potensi tindakan kekerasan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya