Berita

jokowi

JTW: DPR harus Ajukan Hak Angket terkait Kenaikan Harga BBM

SENIN, 30 MARET 2015 | 04:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo diharapkan segera menentukan kebijakan strategis dalam mengantispasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya di bidang transportasi publik, seperti memberikan subsidi atau harga khusus BBM bagi operator transportasi publik.

"Misalnya dengan menetapkan harga BBM jenis solar bagi operator transportasi publik sebesar Rp.6000 (enam ribu rupiah)," ujar Ketua Jakarta Transportation Watch (JTW), Andy William Sinaga, (Senin, 30/3).

Dengan memberikan harga tetap bagi operator transportasi publik tersebut dapat meringankan beban rakyat dari gempuran kenaikan harga-harga yang cukup signifikan sebagai akibat kenaikan harga BBM tersebut.


JTW juga mengimbau agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tidak sibuk dengan masalah-masalah internal partai politik sehingga melupakan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat.

"Yaitu memberikan kritisi terhadap kebijakan pemerintah,terutama dalam penentuan kenaikan harga BBM. JTW mendorong agar DPR RI melakukan hak angket bagi Presiden Joko Widodo untuk menanyakan alasan dan strategi pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sebelumnya dia mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Premium dan Solar dapat menimbulkan kekacauan sosial dalam masyarakat. "Karena efek domino kenaikan harga BBM tersebut adalah kenaikan harga bahan pokok, kenaikan ongkos moda transportasi publik, dan tarif logstik," pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya