Berita

bambang soesatyo

Notaris yang Sahkan Munas Ancol Bisa Dipidana

JUMAT, 20 MARET 2015 | 20:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kubu Aburizal Bakrie menduga tidak ada notaris yang berani mengesahkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang digelar kelompok Agung Laksono di Ancol, Jakarta.

Dugaan tersebut disampaikan Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo, dalam pesan singkat malam ini (Jumat, 20/3).

"Sebab, notaris yang sahkan Munas Ancol bisa dipidana karena berdokumen palsu," jelas Bambang.


Bambang menambahkan, pihaknya sendiri sudah melaporkan dugaan pemalsuan dokumen tersebut ke Bareskrim Mabes Polri.

"Dan saat ini laporan pidana Munas Ancol yang sarat mandat palsunya tersebut sedang diproses di Bareskrim Mabes Polri," tegas anggota Komisi III DPR RI ini.

Sebelumnya Yorrys Raweyai, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol yakin hari ini Menteri Hukum dan HAM akan mengeluarkan SK kepengurusan pimpinan Agung Laksono. Namun, ternyata tak terbukti.

"Konon belum ditekennya kepengurusan hasil Munas Ancol yang diyakini Yorris hari ini, karena ada dokumen atau ada sejumlah persyaratan yang belum dilengkapi," imbuh Bambang Soesatyo.

"Selain bukti-bukti mandat asli, notulen, absensi, hasil-hasil sidang komisi, pandangan umum DPD I & II di sidang paripurna Munas Ancol, juga belum ada pengesahan kepengurusan dalam bentuk akta notaris," sambungnya.

Menkumham Yasonna H. Laoly sendiri sudah mengakui hal tersebut. Dia menjelaskan, pengurus Golkar pimpinan Agung belum disahkan karena ada kekurangan akta.  Namun dia tidak menjelaskan, akta apa yang dimaksud. "Ada lah yang kita inginkan. Di dalam aktanya ada sedikit kesalahan," elak Yasonna.[zul]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya