Berita

bambang soesatyo

Disebut Tak Mencerminkan Sebagai Anggota DPR, Ini Klarifikasi Bamsoet

KAMIS, 19 MARET 2015 | 08:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono menyayangkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan salah seorang pendukung Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo, terkait polemik dan kisruh di internal partai tersebut.

Saat berada di di kantor DPP PKB, Jakarta kemarin, Agung menilai Sekretaris Fraksi Golkar di DPR RI tersebut tidak mencerminkan kecerdasan, kesantunan dan tidak mencerminkan seorang wakil rakyat yang terhormat.

"Saya menyayangkan statement Agung Laksono dalam safari politiknya, yang menyebut kritikan saya kasar dan tidak pantas sebagai anggota DPR terhadap kubu Ancol," ungkap Bambang dalam keterangan tertulisnya menanggapi pernyataan Agung Laksono tersebut.


Meski begitu, dia menilai Agung Laksono menyampaikan demikian.

"Karena posisi saya, walaupun saya sangat dekat dengan beliau namun tengah berseberangan saat ini karena perbedaan keyakinan," ungkapnya.

Agung meyakini munas Ancol sah, sementara dirinya berkeyakinan Munas Bali lebih sah.

"Karena saya terlibat langsung sebagai pimpinan panitia Munas Bali. Sehingga beliau terbawa emosi dan tidak teliti terhadap apa saya ucapkan dan dalam konteks apa," tandasnya. [zul]

RMOL. Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo meluruskan beberapa pernyataannya yang dinilai Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, tidak pantas untuk disampaikan sebagai anggota DPR RI.

Pertama, soal 'begal politik'.

"Itu bukan ucapan saya pribadi. Tapi pernyataan sikap bersama fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih di DPR yang berjudul 'Melawan Begal Demokrasi dan Politik Laoly' dalam menyikapi kesewenang-wenangan Menkumham," jelas Bambang dalam keterangan tertulisnya (Kamis, 19/3).

Kedua, soal 'mimpi basah'. Dalam pemberitaan di berbagai media juga sangat jelas tidak ditujukan menyerang pribadi seseorang. Karena kalimat lengkapnya kurang lebih adalah:

'Saya Bambang Soesatyo, tidak takut menghadapi pemecatan. Menang saja belum kok sudah ngancam2 mau pecat. Permainan masih panjang. Jangan kecepatan 'mimpi basah' dulu lah. Lagi pula, memang saya mati kalau tdk jadi sekretaris fraksi? Enggak lah! Itu kalimat saya. Clear dan terukur.'

Ketiga, begitu juga soal kalimat 'lonte politik'. Inisiator Angket Century ini yang akrab disapa Bamsoet ini pun menegaskan, dirinya tidak pernah menyebut apalagi menuding nama orang.

"Kalimatnya jelas, antara lain: Dalam politik, integritas, loyalitas dan komitmen adalah modal utama. Itulah sebabnya ketika tiba-tiba seorang politisi kehilangan jati diri dan kecerdasannya hanya karena diiming-imingi atau terancam kedudukan serta jabatannya, lalu berubah sikap 180 derajad. Maka politisi itu layak disebut 'lonte politik' atau politisi KKO (kanan kiri oke)," ujar Bamsoet mengutip pernyataannya terdahulu.

Lalu, kalimat berikutnya: Seperti diketahui, satu, dua pengurus partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie ada yang mbalelo dan merapat ke Ketum Golkar versi Ancol Agung Laksono. Bahkan ada yang sudah memastikan berpindah haluan dan masuk dalam formasi kepengurusan kubu Agung.

"Padahal permainan belum selesai. The game is not really over yet. Istilah Betawinya, Belanda masih jauh. Masih terbuka lebar terjadinya perubahan cuaca antara KMP, Tengku Umar dan Medan Merdeka Utara," katanya lagi meluruskan.

Karena itu, dia meminta pernyataan-pernyataan tersebut jangan dipelintir-pelintir seolah-olah menyerang seseorang. "Tapi, kalau ada yang merasa terserang, ya itu urusan yang bersangkutan," tegasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya