Berita

ilustrasi

PKS: Ajukan Budi Gunawan, Kenapa Presiden Jokowi Ceroboh?

SELASA, 13 JANUARI 2015 | 15:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo disesalkan kenapa tidak mempertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri.

Sebagai Kepala Negara, Jokowi sudah semestinya mendapatkan informasi yang lengkap tentang Kepala Lemdikpol tersebut.

"Kenapa Presiden ceroboh?" jelas anggota Komisi III DPR Nasir Djamil siang ini (Selasa, 13/1).


Komjen Budi Gunawan sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan transaksi mencurigakan atau transaksi tidak wajar dari pejabat negara.

Meski begitu, Nasir menegaskan, fit and proper test terhadap Budi Gunawan akan terus berjalan sebagaimana sudah diagendakan. Apalagi ini masih sebagai tersangka belum ada keputusan dari pengadilan bahwa Komjen Budi Gunawan bersalah.

"Apapun kejadiannya, Komisi III tetap akan melakukan fit and proper test. Kami bukan mengabaikan moralitas dan etika. Kita harga apa yang sudah diputuskan lembaga Presiden," tandasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya