Berita

IPW: Anggaran Akpol harus Ditambah

SELASA, 30 DESEMBER 2014 | 23:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggaran Akademi Kepolisian (Akpol) disarankan untuk ditambah. Karena renovasi berbagai sarana yang baru dimulai karena keterbatasan anggaran.

Saran tersebut disampaikan Juru Bicara Bakornas Independent Police Watch (IPW), Sogi Sasmita saat mengunjungi Akpol di Semarang (Selasa, 30/12). IPW menyambangi Akpol untuk melihat kesiapan lembaga tersebut dalam memasuki tahun ajaran baru 2015.

Selain itu, anggaran uang saku taruna Akpol yang hanya Rp 250 ribu/bulan/orang jauh di bawah kelayakan. "Juga lebih rendah jika dibandingkan dengan taruna Angakatan Darat. Uang saku Taruna Akmil itu antara Rp 400-500 ribu," jelasnya.


Dari penjelasan Wakil Gubernur Akpol Brigjen Pol Edi S. Setjo di hadapan Bakornas IPW, sistem pendidikan di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya yang diterapkan di Akpol sudah berjalan baik.

Bahkan Akpol di bawah kepemimpinan Irjen Pudji Hartanto telah melakukan berbagai terobosan antara lain pertukaran siswa dan pertukaran tenaga pengajar antar angkatan serta antar negara seperti dengan Amerika Serikat.

"Keterbukaan Akpol juga sangat dirasakan masyarakat yakni setiap hari pelajar mulai TK SD SMP hingga mahasiswa datang ke Akpol untuk mendapatkan wawasan bahkan sekadar berwisata dilokasi yang luasnya 200 ha ini," ujar Sogi Sasmita.

Dia menjelaskan, kemajuan dan keterbukaan serta modernisasi sistem pendidikan Akpol merupakan bagian dari keberhasilan Lemdiklat Polri yang dipimpin Komjen Pol Budi Gunawan.

Dalam kesempatan tersebut, IPW juga menyerahkan hasil Police Outlook 2015 bidang pendidikan Polri. Hal sebagai bahan masukan dalam menyusun rencana kebijakan 2015. Dalam Police Outlook 2015 yang dilaksanakan pada 21 Desember pekan lalu di Jakarta, IPW memberikan rapor hijau pada Satuan Kerja (Satker) Lemdiklat Polri karena kinerja sepanjang 2014 berhasil membangun terobosan dalam sistem pendidikan Polri. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya