Berita

Prinsip Muhammadiyah harus Diubah, Kekuasaan bukan Ditunggu tapi Direbut dan Diperjuangkan

MINGGU, 21 DESEMBER 2014 | 10:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Muhammadiyah saat ini belum mempunyai peran yang signifikan di bidang politik. Terbukti, kader Muhammadiyah sangat minim menduduki pos-pos strategi di dalam pemerintahan.

"Pada pemerintahan Jokowi-JK belum ada kader secara struktural yang masuk dalam pemerintah,” ujar tokoh muda Muhammadiyah, Muchlas Rowie, saat mengisi Latihan Kepemimpinan Nasional yang diselenggaran DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kemarin.

Di samping itu, agar kader bisa berdiaspora, seharusnya Muhammadiyah memasarkan dan mendorong kader-kader terbaik untuk menjadi pemimpin bangsa. Sehingga ketika bangsa ini memanggil, Muhammadiyah sudah mempersiapkannya.


Saya sangat sedih. Ketika Jokowi meminta Menteri Kesehatan, Muhammadiyah hanya memunculkan dua nama. Dan akhirnya yang terpilih bukan kader Muhammadiyah. Padahal kita mempunyai kader-kader terbaik yang begitu banyak. Sehingga kita tidak mempunyai harga diri,” jelasnya.

Muchlas Rowie mengingatkan, organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912 ini sebenarnya mempunyai peran yang sangat diperhitungkan bahkan sejak sebelum kemerdekaan. Peran-peran Parsyarikatan ini nyata dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan. Hal ini terbuksi dengan sejumlah amal usaha Muhammadiyah seperti pantai sosial, sekolah dari tingkat TK hingga perguruan tinggi dan rumah sakit.

Dengan kiprah tersebut tak heran Muhammadiyah mampu melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Dengan melihat potensi ini, Muhammadiyah merupakan organisasi besar. Karena itu, Muhammadiyah sebenarnya mempunyai kadar-kader yang berkualitas untuk ikut berkontribusi membangun bangsa.

”Tapi kita sampai sekarang masih terkungkung dengan doktrin budaya menunggu. Yaitu kita tidak boleh meminta-minta jabatan. Tapi, apabila diberi jabatan kita tidak boleh menolak,” jelas praktisi bisnis yang akrap disapa Rowie ini.

Padahal, dia mengimbuhkan, dalam kontek politik saat ini kekuasaan itu harus direbut dan diperjuangkan. Karena dengan Muhammadiyah masuk dalam lingkaran kekuasaan, kita bisa dengan mudah berdakwah.

"Kita juga sudah harus mulai berubah dengan memberikan kepercayaan kepada kader-kader muda dan mondorong mereka untuk menjadi pemimpin bangsa. Kita jangan merasa tidak punya mutiara, padahal mutiara kita banyak berserakan,” ungkap pengurus PSSI ini penuh optimis.

Sebagai langkah konkret, dia mendorong kepemimpinan Pusat Muhammadiyah pada masa mendatang harus direformasi. PP Muhammadiyah periode 2015-2020 harus diisi anak-anak muda yang mempunyai kemampuan dan berintegritas. Tugas DPP IMM meminta pemimpin 13 jangan dicalonkan kembali. Carilah anak-anak muda yang berkualitas. Kalau mengandalkan mereka Muhammadiyah tidak akan berubah,” pungkasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya