Berita

Publika

AFF 2014, Harapan Juara Indonesia

SABTU, 22 NOVEMBER 2014 | 10:28 WIB

PIALA AFF adalah turnamen sepakbola antar negara ASEAN yang digelar dua tahun sekali. Turnamen ini menggunakan sistem grup di penyisihan dan "home and away" di semifinal dan final. 2014 ini, Vietnam yang kebagian jatah menjadi tuan rumah.

Pertanyaan sekaligus juga harapan masyarakat Indonesia saat ini hanyalah satu. Mampukah Indonesia keluar menjadi Kampiun di akhir turnamen ini? Sangatlah lumrah hal tersebut, karena memang gelar juaralah yang sangat dirindukan oleh masyarakat bangsa ini. Apalagi setelah dua harapan yang gagal terwujud di tahun ini (Meraih Medali di Asian Games dan lolos ke Piala Dunia U-20).

Meskipun Hasil turnamen ini tidak akan berpengaruh di peringkat FIFA nantinya, karena tidak masuk agenda resmi FIFA, masyarakat tidak peduli dan hanya ingin satu hal. Juara.


Dua gelaran Piala AFF sebelumnya di Tahun 2010 dan 2012, Indonesia mengalami hasil yang sangat kontradiktif. Setelah menjadi Runner Up di 2010, Indonesia gagal lolos dari babak Penyisihan di 2012. Memang situasinya berbeda. Di 2010 saat itu Indonesia menjadi Tuan Rumah Penyisihan bersama Vietnam. Saat itu Alfred Riedl berhasil membangkitkan euforia masyrakat dan memberi Harapan Gelar. Namun sayang, harapan itu kandas di Final oleh seteru abadi serumpun, Malaysia.

AFF 2012, ditengah dualisme PSSI, Timnas yang berangkat ke AFF 2012 di Malaysia dan Thailand, bisa dibilang Timnas saat itu apa adanya, dan hasilnya pun apa adanya. Timnas asuhan Nil Maizar gagal lolos penyisihan Grup. Sejarah mencatat, Runner Up adalah prestasi tertinggi Indonesia di AFF sejak digelar tahun 1996.

Di AFF 2014 ini, Alfred Riedl kembali dipercaya menjadi Arsitek Timnas, dengan Target yang dibebankan sudah sangat jelas, Juara AFF 2014. Target tersebut sangat wajar, karena PSSI sudah memberi kesempatan kedua untuknya.

Riedl telah memilih 23 pemain terbaik Indonesia saat ini. 23 nama tersebut adalah : Kurnia Meiga, I Made Wirawan, Dian Agus Prasetyo, Muhammad Roby, Ahmad Jufriyanto, Zulkifli Syukur, Supardi Nasir, Victor Igbonefo, Rizki Rizaldi Pora, Fachrudin Aryanto, Manahati Lestusen, Hariono, Raphael Maitimo, M Ridwan, Rizki Ramdani Lestaluhu, Firman Utina, Evan Dimas Darmono, Zulham Zamrun, Imanuel Wanggai, Samsul Arif, Boas Salossa, Sergio Van Dijk, dan Christian Gonzales.

Meskipun Skuad yang dibawa Riedl pada 2014 ini bisa dibilang sangat jauh berbeda, tapi skuad ini bisa dibilang perpaduan yang terbaik. Hanya ada 6 Pemain dari sisa skuad AFF 2010 di AFF 2014 kali ini. Kurnia Meiga, Muhammad Roby, Zulkifly Syukur, M Ridwan, Firman Utina, dan Christian "el Loco" Gonzales. Sisa 17 Pemain lainnya adalah kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang menjadi pilihan "baru" Riedl. Melihat Komposisi 23 nama yang ada, nampaknya Riedl akan memainkan Pola 4-2-3-1. Formasi yang sudah ditunjukkan di dua ujicoba terakhir Timnas.

Lalu bagaimana kans lolos ke semifinal bahkan Final, dan memenuhi target Juara Piala AFF? Bergabung di Grup A bersama Tuan Rumah Vietnam, Filipina, dan Laos. Di atas kertas tidaklah terlalu sulit. Indonesia seharusnya bisa lolos ke semifinal dan menghadapi lawan dari Grup B seperti Thailand, Singapura, dan seteru abadi, Malaysia. Beberapa suara pesimis sebenarnya mulai muncul dengan didasari fakta peringkat di FIFA yang menunjukkan Indonesia berada di bawah mayoritas lawan-lawannya tersebut. Tapi, sepakbola tetaplah sepakbola yang bermain 11 lawan 11, sepakbola selalu menyuguhkan drama tersendiri, kita lihat saja nanti.

Menurut saya pribadi, kembalinya Alfred Riedl sebagai Pelatih Timnas Indonesia didasari oleh keinginan untuk mengembalikan euforia masyarakat sebangsa dan setanah air akan permainan Timnas yang atraktif dan menghibur seperti di AFF 2010 serta gelar Juara AFF yang pertama kali.

Mau tidak mau, suka tidak suka, "Opa" Riedl harus paham serta merealisasikan hal tersebut. Harapan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia tetaplah satu, Semoga Juara Piala AFF 2014! Salam Satu Jiwa Indonesia.
 
M Baihaqi Nabilunnuha
Jalan Semanggi 2
Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya