Berita

ban ki-mooon

Dunia

Sekjen PBB Sambut Baik Pembentukan Pemerintahan Baru di Yaman

SABTU, 08 NOVEMBER 2014 | 11:58 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Ban Ki-moon, menyambut keputusan pemerintah Yaman untuk membentuk pemerintahan baru.

"Sekjen menyambut pengumuman hari ini dari pembentukan pemerintahan baru di Yaman," kata jurubicara PBB dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan resmi, pada Jumat malam (7/11).

Dikabarkan kantor berita Xinhua, Ban menyebut keputusan membentuk pemerintahan baru merupakan langkah positif terhadap stabilitas politik dan perdamaian di Yaman.


"Yaman sedang menghadapi tantangan besar saat ini, yang hanya dapat diatasi jika semua pihak bekerja sama untuk kepentingan nasional yang lebih besar untuk melaksanakan perjanjian tanpa penundaan," katanya.

"Pada saat yang tidak pasti dan di waktu yang rapuh untuk Yaman, pengumuman ini
merupakan langkah positif terhadap stabilitas politik dan perdamaian di negeri ini," tambah pernyataan itu.

Ban juga mengucapkan selamat kepada Presiden Abdurabbuh Mansour Hadi dan Perdana Menteri Khaled Bahhah atas kepemimpinan mereka selama proses ini.

Selain itu, Ban menyatakan harapannya agar PBB bisa terus dalam terlibat dalam pemerintahan di Yaman.

"PBB berharap untuk meneruskan keterlibatannya dengan presiden, perdana menteri, pemerintah dan semua pemimpin Yaman karena mereka telah berusaha untuk membangun Yaman menjadi demokratis  yang merespons aspirasi sah rakyatnya," tambah pernyataan itu.

Kekacauan di negara Semenanjung Arab ini memuncak ketika pemberontak Houthi merebut Sanaa pada September lalu, dan kemudian memperluas lingkup pengaruh mereka ke Yaman tengah dan barat.

Akhirnya, di bawah perjanjian yang dimoderatori PBB yang ditandatangani bulan lalu, pemberontak Houthi berjanji akan menarik diri dari Sanaa jika terbentuk pemerintahan baru. [ald]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya