Berita

Tutupi Kelemahan, Jokowi harus Gandeng LSM dan Pembuat Opini

RABU, 08 OKTOBER 2014 | 08:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Joko Widodo harus segera menutupi kelemahan untuk menopang pemerintahannya mendatang. Hal ini juga agar dirinya tidak menjadi presiden terlemah dalam sejarah Indonesia.

"Dengan naiknya BBM nanti, sangat mungkin di opini publikpun, Jokowi akan kalah karena popularitasnya merosot," ungkap pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, lewan akun Twitter-nya, @DennyJA_WORLD pagi ini.

"Saatnya Jokowi harus merangkul sebanyak mungkin kekuatan civil society, opinion maker untuk membantu kelemahannya," sambung Denny JA.


Selain itu, Denny JA menyarankan agar Koalisi Indonesia Hebat, pendukung Jokowi, harus mainkan politik merangkul, bukan mengisolasi jika tak ingin semakin terseok. Jokowi juga harus punya operator politik yang mampu memainkan lobi di parlemen dan dukungan opini publik.

"Pertama-tama, Jokowi harus mengesankan bahwa dirinyalah komando tertinggi di Koalisi Indonesia Hebat," imbuhnya.

"Jokowi harus mengesankan publik dan harus juga didukung oleh petinggi PDIP bahwa ia sekarang presiden, bukan 'petugas partai' lagi," demikian Denny JA dalam kultwitnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya