Berita

Publika

Harusnya RUU Pilkada Mendorong Lahirnya Kepala Daerah Bermental Baik

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2014 | 01:32 WIB

KONSTELASI politik dalam negeri seakan belum juga menurun. Suasana 'panas' diantara poros koalisi parpol kembali hangat di Parlemen. Fraksi-fraksi parpol tengah berdebat terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada. RUU yang sudah dibahas sejak 2012 lalu itu rencananya akan diputuskan bulan ini, September 2014.

RUU Pilkada diusulkan oleh pemerintah melalui Kemendagri. Jika RUU ini disahkan maka akan berlaku Pilkada serentak pada 2015. Ada tiga opsi mekanisme pemilihan kepala daerah yang dibahas dalam Panja RUU Pilkada. Pertama, pasangan gubernur, walikota, dan bupati dipilih langsung seperti sekarang. Kedua pasangan gubernur, walikota, dan bupati dipilih DPRD. Dan ketiga, gubernur dipilih langsung tetapi bupati dan walikota dipilih DPRD.

Perdebatan tentang RUU Pilkada mendapat komentar beragam di tengah masyarakat, mulai dari rakyat kecil hingga pengamat yang sudah terlatih bicara dengan gaya dan bahasa yang lebih tertata rapi dalam mengomentari perdebatan tentang RUU yang sedang digodok di Senayan. Ada yang pro dan ada pula yang kontra. Pihak yang kontra beranggapan langkah mundur dalam demokrasi jika kepala daerah dipilih melalui mekanisme parlemen. Sementara yang pro memandang pilkada langsung lebih banyak madharatnya.


Terlepas dari perdebatan tersebut, mari kita cermati dengan dengan baik bahwa Pilkada dilakukan secara langsung atau diwakili oleh DPRD tidak akan memiliki dampak yang besar bagi lahirnya pemimpin yang berkualitas.  Problem kita sesungguhnya adalah mentalitas yang tidak baik akibat terjebak dalam transaksi politik yang mengharuskan demikian. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Pilkada dilakukan secara langsung melahirkan proses transaksi dari calon Kepala Daerah kepada rakyat, dan pembelian tiket partai. Begitu juga jika Pilkada diwakili oleh DPRD, tentunya harga kursi DPRD/Fraksi semakin mahal, bahkan memungkinkan sekali calon yang didukung oleh koalisasi partai dapat melangkah dengan mulus menjadi kepala daerah.

Lantas apa untungnya buat rakyat jika Pilkada dilakukan secara langsung atau dilakukan melalui perwakilan DPRD? Menurut hemat saya tidak akan banyak berdampak terhadap lahirnya pemimpin yang benar-benar baik karena dalam kedua proses tersebut sangat memungkinkan terjadinya transaksi uang. Yang dibutuhkan rakyat sejatinya adalah, bagaimana pemimpin yang lahir dari produk politik ini benar-benar mereka yang amanah, bertanggung jawab, dan mau bekerja demi rakyat dan tidak terjebak dalam arus kepentingan politik partai pendukung.

Untuk itu seharusnya yang diributkan di Senayan adalah bagimana kriteria calon pemimpin yang boleh dan layak untuk mencalonkan diri dalam Pilkada. Bungkuslah melalui sebuah aturan yang memungkinkan kita untuk mendapatkan pemimpin yang baik. Kemudian perkuatlah sanksi hukum untuk para pemimpin yang tidak amanah, serta berlakukan juga sanksi moral bagi mereka yang berbuat salah, agar kepala daerah takut menghianati rakya. Semoga. [***]

Donk Ghanie, tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya