Berita

net

Olahraga

Menembak Harus Dapat Emas di SEA Games 2015

SABTU, 06 SEPTEMBER 2014 | 08:10 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, mengimbau agar cabang menembak mampu meningkatkan prestasi para atletnya menyongsong SEA Games XXVIII Singapura tahun 2015.

Dengan kepengurusan yang baru Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PB PERBAKIN) di bawah komando Bambang Trihatmodjo, cabang menembak diharapkan lebih maju dibanding tahun sebelumnya.

"Cabang menembak merupakan cabang olympic dan selalu dipertandingkan di berbagai multi-event nasional, ASEAN, Asian Games maupun Olimpiade. Melalui pembinaan atlet yang berkesinambungan, tidak menutup kemungkinan akan lahir atlet menembak yang handal di tahun mendatang,” jelasnya dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu pagi (6/9).


Menurut Tono banyak nomor  yang dipertandingkan di olahraga menembak, bahkan bisa mencapai 36 nomor. Dengan begitu, peluang meraih medali emas di cabang menembak sangat besar bila penempaan atlet nasional benar-benar terprogram menuju Indonesia Emas.

"Atlet menembak nasional sebenarnya di Indonesia juga banyak, bahkan bisa diambil dari sektor kepolisian dan angkatan darat. Para petembak yang kini menjadi anggota polisi dan angkatan darat, laut, dan udara bisa dibina menjadi atlet nasional," tuturnya.

Tono menambahkan, pembinaan atlet olahraga menembak memiliki sedikit kendala terutama dalam persiapan peluru. Namun dengan kekompakan pengurus dalam melahirkan atlet nasional, pihaknya optimis semua permasalahan dapat diatasi, apalagi setelah adanya kerjasama dengan perusahaan peluru PT Pindad.

Sementara itu Bambang juga berharap cabang menembak difokuskan untuk meningkatkan prestasinya di SEA Games Singapura 2015. Paling tidak satu emas dapat dibawa pulang ke Indonesia.

"Menembak wajib menaikkan perolehan medali, paling tidak emas. Di SEA Games Myanmar 2013 Indonesia hanya mampu membawa pulang satu keping perak," tambah Bambang Trihatmojo didampingi wakil Ketua umum PB Perbaikin Yapto Suryosumarno.

PB Perbakin juga mendapat kepercayaan dari Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF) menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia reaksi cepat. Diharapkan ajang ini terlaksana pada 2016.

"Untuk provinsinya sedang dicari. Kemungkinan Bali atau Jawa Timur yang akan jadi penyelenggara," kata Bambang. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya