Berita

JOKO WIDODO DAN NONO SAMPONO/NET

Politik

Nono Sampono: Program Poros Maritim Jokowi Mesti Didukung

MINGGU, 24 AGUSTUS 2014 | 13:24 WIB | LAPORAN:

Program Poros Maritim yang digagas Joko Widodo mendapat dukungan dari kalangan senator terpilih di Senayan.

Gagasan itu dinilai sebagai langkah baru untuk mengubah paradigma ekonomi Indonesia dari darat ke laut. Apalagi kejayaan Indonesia di dunia laut sudah ditoreh oleh pendahulu nenek moyang bangsa Indonesia.

"Makanya poros maritim harus direspon dan didukung secara sungguh-sungguh," kata
anggota DPD RI terpilih Nono Sampono kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/8).

anggota DPD RI terpilih Nono Sampono kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/8).

Menurut dia,  laut Indonesia sangat kaya dan bisa menambah pendapatan negara sampai tujuh kali lipat dari APBN 2015 yang tembus Rp 2.019,9 triliun itu.
 
"Harus kita sadari perjalanan ekonomi Asia-Pasifik sebesar 70 persen melalui Indonesia. Karena itu dibutuhkan UU tersendiri yang menjadi satu kesatuan. Tidak seperti sekarang ini di mana bicara laut harus berurusan dengan imigrasi, kepolisian, bea cukai, dan lain-lain, sehingga tidak efektif," kritik purnawirawan marinir tersebut.

Dia menambahkan, DPD sendiri yang dipimpin oleh Irman Gusman telah membuat RUU Kelautan dan menggagas perlunya Menko Maritim. RUU itu sudah diserahkan ke DPR dan pemerintah untuk dibahas dan diselesaikan pada persidangan akhir periode ini.
 
Menurut Nono, ke depan harus ada komitmen dan langkah nyata serta konsistensi antara DPD, DPR dan pemerintah RI bisa menjalankan RUU itu. Apalagi, ujarnya, diperkirakan ada sekitar 13 UU yang berhubungan dengan laut.

Masih menurut Nono, RUU Kelautan itu akan sejalan dengan RUU Provinsi Kepulauan untuk memperhitungkan dengan benar akan komitmen negara dalam membangun daerah. Termasuk anggaran yang diberikan ke daerah.

"Anggaran Provinsi Maluku saja sama dengan Kabupaten Malang. Itu semata karena dihitung dari jumlah penduduknya. Padahal, ketertinggalan dan kemiskinannya jauh lebih tinggi, maka perlu perhatian khusus," demikian Nono.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya