Berita

Pesan Kunci

Menanti Oposisi Spektakuler

JUMAT, 22 AGUSTUS 2014 | 06:49 WIB | OLEH: HENDRI SATRIO

MK malam tadi (Kamis, 21/8) telah memutuskan untuk menolak semua permohonan Prabowo-Hatta dalam sengketa Pilpres 2014. Artinya, Indonesia kelak akan resmi dipimpin oleh pasangan Jokowi-JK untuk 5 tahun mendatang.

Apapun alasannya hal ini harus disyukuri dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Banyak politisi mengatakan bahwa kemenangan Jokowi-JK adalah kemenangan rakyat.


Nah untuk yang satu ini saya tidak setuju. Layaknya sebuah kompetisi, tidak ada kemenangan bersama untuk dua kubu sekaligus. Ini jelas kemenangan Jokowi-JK dan pendukungnya. Pendukung Prabowo-Hatta harus legowo sebagai pihak yang kalah.

Namun roda kehidupan bernegara harus terus berputar. Bagi pihak yang menang segera jalankan amanah dan buat negara ini lebih baik.

Bagi pihak yang belum mendapat dukungan mayoritas dari rakyat masih dapat terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa ini. Menjadi oposisi yang strategis dan kritis adalah pilihan terhormat.

Menjadi oposisi bukanlah posisi yang harus selalu mengkritik, tidak setuju atau menghujat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Menjadi oposisi harus dapat menjadi ‎penyeimbang pemerintah dengan kajian kritis, memberi pandangan dengan perspektif lain dengan usulan solusi yang dapat jadi masukan untuk pemerintah.

Bila oposisi sudah mengambil peran seperti itu maka inilah oposisi spektakuler yang kelak setiap pandangan kritisnya juga dapat digunakan untuk memajukan bangsa.

Oposisi spektakuler bagaikan menanam benih kepercayaan untuk rakyat dan memanen buahnya lima tahun mendatang. Kehadiran oposisi spektakuler dapat menjaga dan mendorong pemerintah terpilih untuk selalu memberikan dan melaksanakan program terbaik untuk rakyat.

Bila Golkar dan Demokrat yang pernah mendapat kepercayaan rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan memutuskan untuk menjadi oposisi kritis maka akan baik sekali bagi Indonesia. Hal ini akan memaksa pemerintah Jokowi-JK untuk hanya mengeluarkan program terbaik bagi rakyat.

Saya ucapkan terima kasih kepada Prabowo-Hatta yang telah mencoba memberikan pilihan lain kepada rakyat dalam memilih presiden ke-7 Indonesia. Selamat kepada pemenang Pilpres 2014   Jokowi-JK. Selamat bekerja! Buktikan janji-janji anda, selesaikan amanah rakyat dan bawalah Indonesia ke jenjang yang lebih baik! [***]

Penulis adalah pengamat komunikasi politik. Dapat dihubungi di akun Twitter @satriohendri.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya