Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Harus Ingat, Kunci Kemenangannya Bukan pada Peran Neolib

SELASA, 05 AGUSTUS 2014 | 17:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Calon presiden, Joko Widodo, seharusnya tidak melupakan bahwa kunci kemenangannya di Pilpres 2014 adalah kesukaan rakyat jelata kepadanya. Kunci kemenangan bukan terletak di tangan tim suksesnya, apalagi mereka yang berlatar paham neoliberalisme.

"Kunci kemenangan Jokowi bukan pada peran neolib di tim suksesnya, tapi pada kesukaan rakyat jelata pada Jokowi. Justru kalau orang neolib diakomodir di dalam pemerintahannya maka dukungan rakyat akan berbalik arah menjatuhkan Jokowi," tegas eksponen gerakan reformasi 98, Lukman Hakim, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (5/8).

Menurut Lukman, kelompok relawan secara konkret lewat media sosial, diskusi, dan hubungan kemasyarakatannya yang masih berjalan, terus mendorong agar Jokowi jauh dari pengaruh kelompok anti nasionalis.


"Perlu diingat dan diwaspadai dalam konteks sekarang ini, fanatisme pasar dan fanatisme agama. Itu yang jadi kewaspadaan republik ini. Fanatisme pasar adalah kelompok liberalisme di belakang Jokowi. Fanatisme agama itu bentuknya seperti sekarang ISIS," ujarnya.

Menurut pengajar ilmu politik itu, dua kelompok itu saling memperhatikan di masa Pilpres. Apalagi, setelah Jokowi diumumkan sebagai pemenang oleh KPU.

"Jokowi harus waspada. Dia sudah jadi magnet kepentingan. Kelompok fanatisme agama pun sudah mendekati dia. Kalau Jokowi ada di bawah pengaruh mereka, akan sulit wujudkan kepentingan nasional berdasarkan Pancasila dan Trisakti Bung Karno," tegas Lukman. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya