Berita

roket di gaza/bbc

Dunia

Lebih Seribu Orang Tewas, Idul Fitri Pun Tak Mampu Hentikan Perang Gaza

SELASA, 29 JULI 2014 | 11:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Suasana Idul Fitri di Gaza sangat kontras dengan perayaan megah di belahan dunia lainnya. Saling serang antara militan Hamas dan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) terus berlangsung.

Pada hari pertama Idul Fitri kemarin, sebuah hantaman bom di Kota Gaza dilaporkan menewaskan 10 orang, termasuk anak-anak. Israel mengatakan bahwa lima tentaranya tewas, dan lima militan Hamas juga tewas di wilayah Israel.

Dilaporkan BBC, saling serang terus terjadi pada Selasa dini hari. Didapatkan informasi bahwa sampai saat ini lebih dari 1.070 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, telah tewas dalam pertempuran sejak 8 Juli.


Sementara pihak Israel mengatakan 48 tentara dan tiga warga sipil, dua warga Israel dan seorang pekerja Thailand, telah tewas.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memperingatkan bahwa, Israel akan bertindak sampai mereka telah mencapai tujuannya menghancurkan jaringan kelompok militan Hamas yang berada di terowongan bawah tanah.

"Kami akan terus bertindak agresif dan bertanggung jawab sampai misi selesai untuk melindungi warga negara kita, tentara dan anak-anak," katanya.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengecam kedua belah pihak yang menembakkan roket ke wilayah warga sipil. Ia menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza tanpa syarat selama liburan Muslim Idul Fitri.

Selasa pagi, pesawat Israel menembaki rumah mantan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh. Laporan Reuters menyebutkan rumah tersebut kosong pada saat itu. Hamas juga mengatakan bahwa stasiun TV-nya, Al-Aqsa TV, ikut ditargetkan sebagai sasaran tembak Israel

Sementara itu, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa tiga roket ditembakkan dari Gaza, dengan satu roket berhasil dicegah dan dua lainnya memukul tanah kosong di tengah Israel. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya