Berita

Dunia

Peserta Salat Idul Fitri di KBRI Tokyo Membludak

SENIN, 28 JULI 2014 | 15:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Lebih dari 2.000 warga masyarakat Indonesia di Tokyo dan kota-kota sekitarnya turut serta dalam silaturahmi dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H bersama Keluarga Besar KBRI Tokyo.

Setelah pelaksanaan Salat Ied yang dilaksanakan di Sekolah Republik Indonesia-Tokyo pada pukul 07.30 (Senin, 28/7), masyarakat Indonesia berduyun-duyun memadati Wisma Duta Besar RI yang menggelar acara open house. Turut hadir juga berbagai perwakilan instansi pemerintan BUMN yang berkantor di Tokyo

Diberitakan dalam rilis KBRI Tokyo, antusiasme masyarakat muslim Indonesia telah terlihat sejak pagi hari dalam pelaksanaan Salat Id di Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Untuk menampung jamaah yang membludak, panitia harus menggelar Salat Id dalam dua gelombang karena tempat yang terbatas.


Selaku tuan rumah, Duta Besar RI, Yusron Ihza Mahendra, beserta istri mewakili segenap jajaran KBRI Tokyo mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah bagi seluruh masyarakat Indonesia di Tokyo dan di Tanah Air.

"Bagi para perantau yang jauh dari sanak famili, momen seperti ini dimanfaatkan untuk berbagi cerita dan juga untuk saling menguatkan bahwa mereka tidak sendirian di negeri matahari terbit ini," ujar Dubes Yusron dalam sambutan di hadapan para WNI.

Warga masyarakat yang hadir di Wisma Duta tampak gembira menikmati hidangan khas Indonesia setelah selama sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sebagai catatan, warga muslim di Tokyo kali ini berpuasa selama sekitar 16 jam setiap hari mengingat Ramadhan jatuh pada musim panas.

Ketua Panitia penyelenggaraan Silahturahmi Perayaan Idul Fitri 1435H, yaitu Atase Kehutanan KBRI Tokyo, Maidiward, menerangkan bahwa persiapan telah dilaksanakan sejak satu setengah bulan sebelum pelaksanaan.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.30 ini selesai dilaksanakan pada pukul 13.00, dan masyarakat berangsur-angsur meninggalkan tempat acara menggunakan berbagai moda transportasi. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya