Berita

Politik

Prabowo Subianto: Saya Selalu Ingin Jalan Damai

JUMAT, 25 JULI 2014 | 14:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Calon presiden, Prabowo Subianto, mempublikasikan rekaman pidatonya yang terbaru setelah dinyatakan kalah dalam Pemilihan Presiden 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum.

Dalam video berdurasi 13 menit 51 detik yang diposting siang tadi di akun facebooknya, Prabowo duduk berpidato di sebuah lokasi yang tak dijelaskan mengenakan kemeja putih. Kepalanya tetap mengenakan peci hitam. Di belakangnya, sebuah lemari besar dipenuhi buku dan di sudut terdapat bendera Indonesia dan panji kebesaran mantan panglima militer.

Di pembukaan pidato, Prabowo mengatakan bahwa ada kalanya kita harus memilih pilihan yang sulit. Apakah membela kebenaran atau merestui ketidakbenaran. Apakah berdiri tegak untuk membela keutuhan bangsa, kemandirian bangsa dan nilai-nilai yang kita junjung tinggi atau menyerah kepada uang.


Prabowo sempat menyinggung sejarah perjuangan tahun 1945 di Surabaya, dimana para pemimpin rakyat dihadapkan kepada pilihan semacam tadi. Dalam krisis besar Indonesia, misalnya tahun 1965, bangsa ini juga dihadapi pilihan membela Pancasila atau menyerah pada ideologi yang tidak sesuai bangsa, yaitu komunisme. Demikian juga di tahun 1998, membela sistem demokrasi atau membawa reformasi dan demokrasi.

Namun Prabowo mengungkapkan, justru di era reformasi ini juga dirinya mendapatkan banyak serangan fitnah.

"Banyak lawan saya yang selalu hendak mendiskrekditkan saya. Saya digambarkan sebagai orang haus kekuasaan, orang yang bernafsu untuk berkuasa dan saya digambarkan selalu menggunakan kekerasan, kejam  dan sebagainya," ujar Prabowo dalam video yang bisa disimak lewat akun facebooknya.

Namun Prabowo tegaskan bahwa dirinya telah membuktikan selama belasan tahun bahwa dirinya selalu mengutamakan  jalan damai. Sebagai mantan prajurit, ia sangat memahami penderitaan akibat jalan perang atau kekerasan.

"Komandan saya yang saya hormati gugur di tangan saya, anak buah saya yang terbaik gugur di sekitar saya. Saya harus beritahu ke orang tua mereka bahwa putranya gugur di bawah kepemimpinan saya," ucapnya.
 
Karena sudah memahami keadaan akibat kekerasan atay perang itu, Prabowo kembali menegaskan bahwa dirinya selalu inginkan jalan dalami dalam memecahkan sebuah masalah.

"Saya selalu ingin jalan damai," tegasnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya