Berita

anies baswedan/net

Politik

Jubir Jokowi-JK Minta Masyarakat Tetap Tenang

SELASA, 22 JULI 2014 | 18:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla  meminta agar masyarakat tetap tenang selama menunggu rekapitulasi akhir suara Pilpres selesai. Sikap tenang penting untuk meredakan beragam rumor pengerahan massa terkait hasil rekapitulasi.

Sebelumnya dikabarkan, isu gonjang ganjing pengerahan massa dan pernyataan resmi salah satu capres membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.

"Mari kita tunggu hasil KPU dengan sikap tenang dan sabar. Jangan sampai kita turun ke jalan karena ini akan merugikan kita semua. Apalagi jika sampai ada pengerahan massa tentunya sangat tak perlu," ujar juru bicara tim Jokowi-JK, Anies Baswedan, lewat rilisnya, Selasa (22/7).


Anies meminta masyarakat untuk tetap bersikap tenang. Mantan Ketua Komite Etik KPK ini menambahkan, masyarakat tidak boleh terpancing provokasi.

Di lain pihak, politisi senior PDIP yang juga Ketua MPR RI, Sidarto Danusubroto, juga menyatakan bahwa menurut pandangannya sejauh ini tidak ada masalah berarti dalam rekapitulasi suara.

Ia juga menyesalkan aksi tim saksi Prabowo-Hatta yang memilih walk out dari rapat rekapitulasi di Gedung KPU.

"Saya menyesalkan tindakan tersebut. Karena dimulai dari bawah, sejauh ini tidak ada masalah berarti," ujarnya.

Pilpres kali ini harus dijadikan pelajaran demokrasi tak hanya bagi Indonesia, tapi bagi negara lain.

"Demokrasi kita dalam sorotan dunia. Banyak yang ingin berguru pada demokrasi kita," tutupnya.  [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya