Berita

barack obama/net

Dunia

TRAGEDI MH17

Obama: Penyelidikan Tidak Boleh Terhalang Apapun

JUMAT, 18 JULI 2014 | 05:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pusat operasi darurat tragedi jatuhnya Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 telah didirikan. Dalam beberapa jam terakhir, para pejabat Malaysia telah terus-menerus berkomunikasi dengan para petinggi di Ukraina.

"Saya juga telah berbicara dengan Presiden Ukraina. Dia telah berjanji bahwa akan ada penyelidikan penuh, menyeluruh dan independen, dan pejabat Malaysia akan diundang untuk mengambil bagian," ungkap Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, dalam pernyataan resmi yang disiarkan.

Masih kata Najib, Presiden Ukraina juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan bernegosiasi dengan pemberontak di timur negara itu dalam rangka mempermudah misi kemanusiaan ke lokasi kecelakaan.


"Baru saja saya menerima telepon dari Presiden Obama (Amerika Serikat). Dia dan aku sama-sama sepakat bahwa penyelidikan tidak boleh terhalang apapun. Sebuah tim internasional harus memiliki akses penuh ke lokasi kecelakaan," tegasnya.

Dia juga berharap tidak ada pihak yang mengusik lokasinya jatuhnya pesawat atau memindahkan puing apapun, termasuk kotak hitam.

"Ini adalah hari yang tragis, dalam apa yang telah menjadi tahun yang tragis untuk Malaysia," katanya.

"Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan teman-teman korban. Saya tidak bisa membayangkan apa yang mereka lalui di saat menyakitkan ini. Hari ini, terlepas dari kebangsaan kita, kita semua bersatu dalam kesedihan," tutup Najib. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya