Berita

net

Politik

Pengamat: Konser Salam 2 Jari Bukti Elektabilitas Jokowi-JK yang Merosot

SABTU, 05 JULI 2014 | 18:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pendukung pasangan Pilpres, Joko Widodo-Jusuf Kalla, menggelar konser akbar "Salam 2 Jari" sejak petang tadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dari pantauan lewat media massa yang menayangkannya live dan kicauan di jejaring media sosial, konser yang tadinya dikira bakal dipenuhi massa sampai ke tribun, ternyata tidak terjadi.

Menurut Direktur Eksekutif Nurjaman Center, Jajat Nurjaman, sepinya konser tersebut adalah bukti bahwa elektabilitas Jokowi-JK sudah terjun bebas.
 

 
"Lihat saja di tribun, semua kosong. Kalau pakai efek kamera memang terlihat ramai, karena semua peserta dikerahkan di tengah lapangan, berbeda dengan Prabowo-Hatta yang waktu itu dipenuhi oleh pendukung dari tengah lapangan sampai seluruh tribun," ucapnya dalam kiriman rilis, Sabtu sore (5/7).
 
Jajat menjelaskan bahwa jumlah massa yang datang ke agenda politik tertentu adalah simbol antusiasme masyarakat terhadap pasangan tertentu. Jajat berpendapat, walaupun konser tersebut digembar-gemborkan akan dipenuhi oleh artis nasional, tetap saja tidak bisa mengundang massa untuk memenuhi kapasitas yang ada.
 
“Saya kira ini adalah bukti elektabilitas Jokowi-JK yang selama ini diberitakan turun. Namun kita belum pernah melihat bukti konkritnya. Saya kira konser di GBK ini adalah bukti konkrit tersebut.," ujar Jajat.

Kampanye Jokowi-JK diramaikan oleh artis-artis yang mendukung pasangan Capres Jokowi-JK. Misalnya Giring "Nidji", Cak Lontong, Ello, Erwin Gutawa, Titik Puspa, Glenn Freedly, Afgan, Mira Lesmana, dan Sherina Munaf.  [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya