Berita

Publika

Antara Pilpres 2014 dan Piala Dunia Brazil

KAMIS, 03 JULI 2014 | 10:05 WIB

SERU, dan sudah pasti sengit manakala melihat pertarungan negara-negara yang menjadi peserta dalam ajang sepakbola 4 tahunan atau yang biasa disebut World Cup. Penonton Piala Dunia tidak henti-hentinya disuguhkan kejadian-kejadian yang kadangkala diluar prediksi banyak orang. Mulai dari babak kualifikasi grup dengan banyaknya tim-tim unggulan yang pulang lebih dulu seperti juara bertahan Spanyol, Italy, Inggris, Portugal dan yang lainnya sampai pada dramatisnya Yunani pada saat mengalahkan Pantai Gading dengan skor 2-1 lewat titik penalti dimenit 91.

Tak hanya itu saja, Piala Dunia yang sudah memasuki babak 8 besar juga tak kalah serunya ketika memasuki babak 16 besar. Brazil yang menjadi tuan rumah dan sementara menghadapi gejolak dalam negri lewat beberapa kebijakan pemerintahnya yang tidak populer harus menghadapi Chili. Walaupun menang akan tetapi degup jantung warga Brazil tentunya terus menerus terpacu ketika kemenangan tim mereka harus didapat lewat adu penalty.

Begitupun pertandingan yang lain, sebutlah sengitnya pertandingan antara Belgia Vs Amerika Serikat yang harus menyelesaikan permainan mereka lewat babak II ekstra time dengan kemenangan 2-1 untuk Belgia, atau keseruan Argentina Vs Swiss, walaupun didalam tim Argentina ada Lionel Messi yang menyandang pemain terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir namun mereka baru bisa menjebol gawang Swiss dibabak II ekstra time menit 118, sungguh sebuah pertandingan yang sulit buat tim sekelas Argentina.


Keseruan dan sengitnya pertarungan di Piala Dunia kali ini juga terlihat dalam arena pertarungan Pemilihan Presiden 2014 di Indonesia. Hampir tiap hari baik lewat media televisi, cetak, online, media sosial dan bahkan langsung gerilya di lapangan, para tim pemenangan mengolah isu sedemikian rupa layaknya Messi di tim Argentina yang selalu terus menerus mengolah bola dan menciptakan peluang bagi timnya untuk menang.

Berbagai macam taktik olahan isu dikeluarkan oleh tim pemenangan. Mulai dari yang bersangkutan dengan pribadi masing-masing capres sampai pada persoalan program dari masing-masing kandidat. Dalam beberapa kali debat capres, dalam kerangka membangun kemandirian bangsa seperti yang telah menjadi visi misi dari masing-masing calon, ada hal menarik yang pernah diucapkan oleh calon Presiden Prabowo Subianto yaitu soal kebocoran kekayaan negara kita. Meskipun banyak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda, namun kalau dihubungkan dengan situasi yang terjadi dalam pengolahan SDA bangsa ini maka isu ini tepat adanya untuk diperdebatkan, baik oleh tim pemenangan Prabowo-Hatta dengan menambahkan data-data soal kebocoran tersebut ataupun dari tim pemenangan Jokowi-JK dengan mengetengahkan tema yang kurang lebih sama dengan yang telah diucapkan oleh pesaingnya tersebut.

Sejatinya, dengan hanya dua pasang kandidat maka debat soal program masing-masing capres seharusnya lebih dikedepankan karena identifikasi program lebih mudah terlihat dibanding kalau ada tiga pasang kandidat atau lebih bukan kemudian mempersoalkan latar belakang atau rekam jejak, terlibat kasus korupsi atau tidak, terkait dengan pelanggaran hukum atau menjadi bagian ideologi tertentu dan banyak lagi persoalan subyektif lainnya.

Sama seperti dalam permainan sepak bola yang harus cerdik memainkan taktik maka dalam arena pertarungan Pilpres kali ini kecermatan dalam menempatkan taktik adalah poin utama untuk memenangkan pertarungan. Harapan kita taktik yang digunakan adalah taktik yang bisa membawa masyarakat Indonesia bisa paham bahwa problem pokok bangsa ini adalah Imperialisme bukan kemudian hadir dengan taktik "DIVING" seperti yang dilakukan oleh penyerang Belanda Arjen Robben saat melawan Meksiko di ajang Piala Dunia 2014 ini.


Alif Kamal,
Staf Deputi Politik KPP-Partai Rakyat Demokratik
081248515xxx

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya