Berita

hendri satrio

Politik

Prabowo-Jokowi Kembali ke Karakter Asli Mereka

SELASA, 17 JUNI 2014 | 08:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Debat calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo pada Senin malam kemarin terus diperbincangkan masyarakat. Selain substansi, gaya komunikasi masing-masing juga menjadi sorotan.

Menurut pengamat komunikasi politik Hendri Satrio, Prabowo kembali menunjukkan ciri khasnya, yaitu ketegasan dengan jawaban singkat dan padat.

"Bahkan Prabowo beberapa kali menampilkan sisi humanis saat membanggakan anaknya, mengeluarkan sisi humor dan sportif terhadap pernyataan Jokowi yang tepat," jelas Hendri (Rabu, 17/6).


Sementara penampilan Jokowi pada debat capres kedua itu juga kinclong. Dia kerap menjawab dengan jawaban implementatif yang menjadi ciri khasnya. Jokowi juga kerap menunjukkan kemampuan pengalamannya sebagai kepala daerah dengan jawaban yang sesuai dengan kebijakan lapangan.

Bila jawaban Prabowo masih banyak yang terlalu mengambang, terlalu banyak frame dan sulit dipahami, sementara Jokowi mengambil kesempatan ini dengan jawaban-jawaban yang down to earth dan implementif sehingga mampu mengendalikan irama debat terutama di sesi awal.

"Pertanyaan yang dilancarkan Prabowo kurang tajam sementara Jokowi mampu mendikte Prabowo untuk bermain mikro dan implementif," ungkap dosen Universitas Paramadina ini.

Meski dia menjelaskan, Jokowi melakukan blunder saat menunjukkan kartu Indonesia pintar. "Program yang di Jakarta pun belum ketahuan tingkat keberhasilannya," tandasnya.

Namun yang jelas, kedua capres nampaknya merindukan para cawapres-nya untuk soal ekonomi, yang dalam pilpres ini masing-masing pendamping mereka adalah berlatar belakang ekonom. Prabowo dengan Hatta Rajasa, sementara Jokowi menggandeng Jusuf Kalla.

"Sama seperti debat pertama, untuk urusan penutup Prabowo menutup debat dengan lebih kuat," ungkapnya.

Sementara terkait moderator, Prof. Ahmad Erani Yustika, dia menambahkan, tampil lebih santai dan lebih akomodatif dalam mengakomodir jawaban, pertanyaan dan kehebohan pendukung masing-masing kubu. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya