Berita

Saleh Husin

Politik

Saleh Husin akan Gerakkan Konstituen Menangkan JKW-JK

JUMAT, 30 MEI 2014 | 15:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin akan all out memperjuangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014 ini.

Anggota Komisi V DPR yang kembali terpilih pada Pileg lalu ini akan mengarahkan konstituennya di  Nusa Tenggara Timur untuk memenangkan pasangan yang diusung PDIP, Nasdem, Hanura dan PKB tersebut.

"Tentu saya kan mesin politiknya masih panas di dapil. Jadi lebih mudah digerakkin,” kata Saleh Husin saat dihubungi (Jumat, 30/5).


Tak hanya di dapil, Saleh yang juga tokoh NTT ini juga akan mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-JK bersama warga NTT yang ada di Jabodetabek di Jalan Jenggala 2 6B Senopati Jakarta Selatan besok sore.

Sementara dalam Tim Nasional Pemenangan Jokowi-Jusuf sendiri, Saleh Husin tergabung dalam Tim Penghubung Partai bersama Ahmad Basarah (PDIP), Siti Nurbaya (NasDem), Hanif Dakhiri (PKB).

"Saya bersama Ibu Siti Nurbaya, Mas Hanif dan Mas Basarah dan sejumlah nama lainnya menjadi Penghubung Partai,” jelas Saleh.

Saleh mengungkapkan, dirinya dan nama-nama tersebut bertugas menjembatani komunikasi Tim Kampanye Nasional ke Partai Hanura maupun lintas partai pengusung koalisi.

“Misalnya tentang kegiatan dan program kampanye nanti. Atau hal lain yang tidak perlu saya ungkapkan secara terbuka. Pada intinya sih, bagaimana kita dapat bergotong royong bahu membahu memenangkan Jokowi-JK di Pilpres nanti,” kata Husin.

Sejauh ini, tim ini belum terlalu efektif karena belum terlampau sibuk, baru sekadar rapat-rapat koordinasi, karena memang belum banyak kegiatan yang dilakukan oleh Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK. Husin mengatakan, nanti saat mulai masuk masa kampanye, dia bersama tim lainnya baru mulai sibuk. 

“Kita nanti koodinasi dengan daerah dan DPD atau DPD partai setempat untuk kegiatan kampanye,” terang Husin. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya