Berita

moeldoko/net

Media Singapura Tulis Bantahan Minta Maaf Jenderal Moeldoko

JUMAT, 18 APRIL 2014 | 07:43 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

. Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko atas penamaan KRI Usman-Harun. Pernyataan Jenderal Moeldoko itu disampaikan dalam wawancara yang disiarkan Channel News Asia.

Sambutan baik Dr. Ng itu diberitakan The Straits Times edisi kemarin (Kamis, 17/4) di halaman satu harian itu dan ditempatkan di bawah berita kecelakaan ferry Korea Selatan, Sewol.

Judul berita tersebut Dr. Ng Welcomes Apology Over Naming of Ship.


Menurut Menhan Singapura, pernyataan Jenderal Moeldoko itu adalah gesture yang positif. Apalagi di dalam wawancara dengan CNA Jenderal Moeldoko menjamin ketegangan antara kedua negara akibat penamaan KRI Usman-Harun itu tidak akan meningkat.

Namun kemarin, tak lama setelah wawancara dengan CNA disiarkan, Jenderal Moeldoko meluruskan maksud di balik pernyataan itu. Dia menegaskan, permintaan maaf itu bukan tendensi untuk mengatakan bahwa pemberian nama KRI Usman-Harun adalah kekeliruan. Justru Moeldoko menegaskan, penamaan itu sudah final.

Harian TST juga memuat pernyataan Jenderal Moeldoko itu dalam berita di halaman dua dan tiga edisi hari ini (Jumat, 18/4) yang berjudul Indonesia Military Chief Says 'No Apology Ovee Ship.

Harian TST dalam edisi hari ini menulis, selain membantah pernyataannya yang disiarkan CNA, Moeldoko juga mencabut pernyataan bernada permintaan maaf yang sempat diunggah di akun facebook dan Twitter miliknya. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya