Berita

Olahraga

KJP Tak Tepat Sasaran karena Jokowi Sibuk Urus Kepentingan Politiknya

RABU, 02 APRIL 2014 | 12:44 WIB | LAPORAN:

Penyebaran anggaran program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang tidak tepat sasaran sebagaimana temuan Indonesian Corruption Watch (ICW), diamini berbagai pihak.

Menurut Kepala Divisi Pendidikan Politik Solusi Pemuda Indonesia (SPI), Ramadhan Isa, bukan pendataannya saja yang tidak benar, program KJP belum berjalan maksimal karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih banyak mengurusi kepentingan golongan.

"Mereka tidak fokus memikirkan kepentingan masyarakat. Sekarang Walikota dan Gubernur sedang fokus memikirkan kepentingan politiknya. Jadi inilah yang menjadi penyebab
mengapa program mereka tidak berjalan dengan benar," ujar pria yang akrab disapa Dhani tersebut.

mengapa program mereka tidak berjalan dengan benar," ujar pria yang akrab disapa Dhani tersebut.

Tak hanya KJP, program-program lain yang digembar-gembor Pemprov DKI pun diyakini Dhani pasti terbengkalai karena gubernurnya sibuk mengurusi kepentingan pribadi dan golongan. Padahal, program KJP ini berhubungan dengan dana dalam jumlah besar. Seharusnya, Pemprov lebih konsen memperhatikannya.

"Ini artinya kinerja Jokowi dan wakilnya Ahok tidak profesional karena sudah terlihat bahwa mereka tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat. Makelar makelar politik sudah pasti bermain, siapa yang memilih Jokowi saat Pilkada lalu, mendapat prioritas," tuding aktivis muda Nahdlatul Ulama ini.

Berdasarkan data ICW melalui metode penelitian Citizen Report Card (CRC) ditemukan 19,4 persen dari penerima KJP 2013 tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berhak menerima program KJP yang berarti sekitar 78.570 warga dari jumlah 405 ribu warga.

"KJP meleset 19,4 %dari total 405 ribu penerima KJP 2013. Hal ini terjadi karena penerimaKJP ternyata tidak sesuai dengan kriteria penerima KJP sesuai denganjuknis KJP," jelas Koordinator Divisi Monitoring Layanan Publik ICW, Febri Hendri pekan lalu.

Menurut Febri, 19,4 persen penerima KJP yang tidak tepat sasaran ini berasal dari jenjang pendidikan SD/MI (14,6 persen), SMP/MTs (3,4 persen), dan SMA/MA/SMK (1,4 persen).

Riset ini dilaksanakan sejak 3 Februari hingga 17 Maret 2014 melalui metode Citizen Report Cards (CRC).

"Dengan metode CRC, ICW membagi kelompok siswa miskin menjadi 2 kelompok, siswa penerima KJP 2013 dan siswa miskin non penerima KJP," papar Febri.[wid]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Kapolri: Hadapi Persoalan Bangsa Butuh Soliditas

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:58

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:47

Perang Timur Tengah, Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21

Haris Azhar Anggap Broken Penanganan Kasus Lee Kah Hin

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56

Arahan Google Maps, Mobil Terjun Timpa Rumah Warga

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:51

Safari Ramadan Romo Budi: Dari Sumba ke Bali, Bukber Lintas Agama Bikin Hangat

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:39

Tewasnya Ermanto Usman Murni Kasus Pencurian

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:38

KPK Agendakan Periksa Yaqut hingga Rencana Penahanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:27

MQ Iswara Dukung Bahlil Dorong Beasiswa LPDP untuk Santri

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10

Selengkapnya