Berita

prabowo subianto/net

Inilah Kriteria Cawapres yang Diinginkan Prabowo

MINGGU, 16 MARET 2014 | 23:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Presiden Indonesia ditentukan oleh pilihan rakyat, bukan ditentukan partai politik atau segelintir elit partai politik.

Ketika menerima rombongan pimpinan media Jawa Pos Group di padepokannya di Bojong Koneng, Bogor (Sabtu, 15/3), Prabowo menegaskan siap bertarung secara demokratis dengan semua kandidat presiden yang ada. Termasuk Joko Widodo dari PDI Perjuangan.

"Saya tidak takut pada Jokowi," ujarnya.


"Kalau rakyat merasa saya pantas (jadi presiden), saya akan dapat mandat. Kalau tidak (pantas), ya tidak dapat. Kita sudah sepakat dengan demokrasi. Kita beri kesempatan rakyat memilih," sambung Prabowo sambil menegaskan dirinya percaya pada proses demokrasi.

Ketika ditanya apakah dirinya sudah memikirkan siapa yang akan mendampinginya nanti dalam Pilpres 2014, Prabowo mengatakan dirinya belum punya keputusan mengenai hal itu.

Untuk sementara waktu dia masih mau konsentrasi menghadapi pemilhan anggota lembaga legislatif.

Di sisi lain, sejauh ini ia tetap menjalin komunikasi politik dengan sejumlah tokoh. Tetapi yang jelas kepastian baru akan diputuskan setelah ketahuan hasil pemilihan anggota lembaga legislatif tanggap 9 April nanti.

Walau begitu Prabowo punya beberapa kriteria untuk calon pendampingnya nanti.

"Yang saya tuntut adalah sikap setia pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Pancasila dan UUD 1945. Menghargai prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Punya kemauan berdikari dan mengedepankan ekonomi kerakyatan," tegasnya. [guh]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya