Berita

foto:net

Olahraga

Ahok Kasih Waktu Kadis Dukcapil Sebulan Bikin RT/RW di Rusun

KAMIS, 06 MARET 2014 | 12:52 WIB | LAPORAN:

Penghuni rumah susun yang disediakan Pemprov DKI harus memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Hal ini untuk meminimalisir oknum nakal yang hendak memperjualbelikan rusun secara ilegal.

"Yang masuk rusun semua harus sesuai dengan KTP. Jadi saya punya dua alat untuk mengontrol semua yang pindah ke rusun. Kalau kamu nolak pindah KTP, pasti rumahnya ada dua. Kalau gitu saya coret," tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (6/3).

Selain itu, lanjutnya, Pemprov DKI juga akan membentuk RT dan RW di sejumlah rusun yang tersedia. Nantinya, keberadaan RT dan RW ini mempermudah warga memperoleh KTP dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) di masing-masing domisili rusun.


"Begitu warga masuk rusun, berdasarkan surat perjanjian (SP) dengan UPT Rusunawa, Dukcapil langsung membuatkan KTP buat Anda sesuai dengan unit rusun," papar pria yang akrab disapa Ahok ini.

Yang jelas, ia tak ingin alih sewa unit rusun kembali terulang. Nantinya setiap satu tower atau blok rusun dijadikan satu RT dan delapan tower dijadikan sebagai satu RW. Dengan demikian, warga tidak akan bisa memiliki KTP ganda. Pola ini akan diterapkan di Rusun Marunda, Rusun Muara Baru, Rusun Pinus Elok, juga lainnya.

Ahok meminta agar Kepala Dinas Dukcapil, Purba Hutapea serta seluruh walikota setempat segera membentuk RT dan RW sesuai instruksi. Sehingga, pembuatan KTP warga dapat segera dilaksanakan.

"Saya minta mereka dukcapil kerja sekarang. Secepatnya. Bulan depan saya udah mau cek," pintanya.

Warga penghuni rusun juga tidak seenaknya pindah domisili. Sebelum mengabulkan izin pindah, warga bersangkutan akan diinterogasi terlebih dahulu secara intensif.

"Jadi nggak bisa lagi main pindah-pindahin warga begitu aja. Kalau ada KTP pasti susah pindahnya," jelas Ahok.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya