Berita

ilustrasi/net

Hukum

Polisi Dalami Dugaan Perdagangan Manusia oleh Istri Brigjen MS

JUMAT, 21 FEBRUARI 2014 | 15:31 WIB | LAPORAN:

Kepolisian menelusuri dugaan tindak pidana perdagangan manusia atau human trafficking oleh Nyonya M, istri dari purnawirawan Polri Brigjen MS.

Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, total ada 17 orang pembantu rumah tangga yang disekap oleh Nyonya M di kediamannya, perumahan Bogor Baru, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Tengah, Kota Bogor.

"Nah, ini yang akan kita lihat hasil perkembnagan proses penyelidkan yang dilakukan. Apakah beliau (Nyonya M) ini menyalurkan ataukah memang bekerja," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/2).


Menurut Agus, 17 pembantu rumah tangga itu terdiri dari 12 perempuan dan lima pria. Mereka telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Bogor Kota guna mengungkap kasus penyekapan tersebut. Sementara, tiga orang diantaranya belum dapat dimintai keterangan karena mengalami cacat fisik bawaan, yakni tuna wicara.

"Langkah-langkah yang kita lakukan, visum sudah dimintakan oleh polres, namun hasilnya belum keluar," katanya.

Agus menambahkan, kini sebanyak 16 pembantu masih ditampung di kantor Polres Bogor Kota sambil menunggu dijemput pihak keluarga. Sementara, saksi korban berinisial YL yang pertama kali melaporkan kasus ini sudah diambil keluarganya.

Polisi juga akan mendalami dari mana Nyonya M mendapatkan belasan pembantu rumah tangga yang rata-rata berusia 17 tahun ke atas itu untuk ditampung di rumahnya. Karena itu, istri Brigjen MS tersebut juga akan dimintai keterangan oleh penyidik pada pekan depan.

"Nanti kita lakukan kroscek terhadap pihak yang lain, yaitu dari ibu MS. Termasuk pihak lain yang kami perkirakan mengetahui," ujar Agus.

Hasil pemeriksaan sementara menyebut bahwa belasan pembantu itu sengaja mencari pekerjaan di rumah Brigjen MS. Para pembantu sudah bekerja dalam kurun waktu berbeda di kediaman purnawirawan dengan jabatan terakhir Kapuslitbang Polri itu, sebelum pensiun 2013 lalu.

"Ada yang baru kerja tiga bulan, delapan bulan. Tapi, yang jelas bahwa ke 17 orang ini bekerja di kediaman bapak MS," demikian Agus. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya