Berita

ilustrasi/net

Dunia

Uni Eropa Kucurkan Rp 732 Miliar Bagi Republik Afrika Tengah

SABTU, 01 FEBRUARI 2014 | 15:07 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Uni Eropa mengumumkan akan mengucurkan dana sebesar 45 juta dolar euro atau sekitar Rp 732 miliar, untuk mengatasi konflik yang terjadi di Republik Afrika Tengah.

Pernyataan ini diumumkan menjelang konferensi donor internasional pada hari ini (Sabtu, 1/2) di markas besar Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia untuk menggalang dukungan bagi krisis Republik Afrika Tengah.

"Kami sedang mengerahkan semua sumber daya yang tersedia. Ini tidak hanya bantuan pembangunan tetapi juga untuk menolong orang-orang di Republik Afrika Tengah meningkatkan keamanan mereka," kata Komisioner Uni Eropa bidang Pembangunan, Andris Piebalgs, seperti dikutip dari AFP (Sabtu, 1/2).


Dana ini juga akan dialokasikan untuk mendukung misi yang dipimpin Uni Afrika di Republik Afrika Tengah (MISCA). Termasuk, menyokong dana pemilu yang rencananya akan diselenggarakan pada akhir tahun ini.

"Hanya sekitar 25 juta euro (sekitar Rp 350 miliar) yang akan digunakan untuk kekuatan militer, dan sisanya diperuntukkan bagi proses politik," lanjut Piebalgs.

Ia menambahkan, operasi keamanan sangat penting di Republik Afrika Tengah, di mana situasi telah memburuk selama lebih dari satu tahun terakhir.

"Yang sangat penting di sana adalah keamanan, dan pasukan Afrika harus mampu menciptakannya. Satu-satunya tantangan adalah jika dibutuhkan lebih banyak tentara, akan ada pembiayaan lebih juga yang dibutuhkan," katanya,

Republik Afrika Tengah mengalami kekacauan politik sejak 10 bulan lalu setelah pemberontak menggulingkan pemerintah. Kekisruhan ini memicu kekerasan antara sekte mayoritas dan minoritas. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya