Berita

KH Sahal Mahfudz

Gita: Kiai Sahal Salah Satu Ulama yang Sangat Saya Kagumi

JUMAT, 24 JANUARI 2014 | 15:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang KH Sahal Mahfudz meninggal dunia pada Jumat dinihari tadi, (24/1).

Kehilangan atas sosok ulama kharismatik tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga nahdliyyin. Bangsa Indonesia secara keseluruhan juga merasakan hal yang sama atas wafatnya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu di kediamannya di kompleks pesantren Mathali'ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah.

Hal ini juga lah yang dirasakan Ketua Umum DPP Barisan Indonesia (Barindo) Gita Wirjawan saat mendengar kabar duka tersebut Tanah Air.


"Saya sangat berduka. Beliau adalah salah satu ulama besar yang sangat saya kagumi. Banyak pikiran-pikiran almarhum yang membantu pemecahan masalah-masalah sosial. Kiprah keulamaan Kiai Sahal sangat otentik dan orientasi pemikirannya sangat inklusif. Ini sangat relevan dengan tujuan demokrasi kita, tidak boleh ada yang tertinggal," ungkap Gita yang sedang menghadiri pertemuan World Economic Forum, selaku Menteri Perdagangan, di Davos, Swiss.

Dalam pandangannya, kepeloporan Kiai Sahal dalam bidang sosial-keagamaan merupakan kontribusi besarnya dalam mengurai problematika masyarakat Muslim kontemporer.

"Warisan pemikiran-pemikiran almarhum sangat mencerahkan dan juga menyejukkan. Kita butuh puluhan, ratusan bahkan ribuan ulama penerus yang mengikuti jejaknya," tutur peserta konvensi calon presiden ini.

Sementara itu, Sekjen DPP Barindo Fajar Riza Ul Haq juga menyatakan hal senada.

"Atas nama keluarga besar Barindo, kami ucapkan bela sungkawa atas kepergian Kiai Sahal. Salah satu sumbangan terbesarnya adalah kepeloporan dalam bidang Fikih Sosial yang dijiwai prinsip-prinsip kemaslahatan dan inklusivitas. Almarhum berhasil mewakili ekspresi keislaman yang sejuk dan solutif," demikian Fajar. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya