Berita

Publika

Banjir Datang: Jokowi Kena Hukum Alam, Karena Alam Tak Mengenal Pencitraan

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 10:41 WIB

BEBERAPA hari ini Jakarta dihebohkan oleh bencana banjir yang melanda Ibukota. Sebenarnya banjir bukan sesuatu yang baru bagi sebagian masyarakat Jakarta yang sudah lama menjadi langganan banjir, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat aliran sungai.

Banjir selalu menjadi fenomena tahunan yang selalu menjadi bahasan para elit pemangku kebijakan dan para pengamat serta para korban yang dari waktu ke waktu selalu menerima kenyataan pahit ini. Tidak sedikit korban nyawa maupun harta benda yang hilang dari musibah ini, namun perdebatan tentang banjir sampai saat ini selalu menghiasi ruang TV dan media massa yang ada.

Mengatasi banjir tentu tidak cukup lewat pendekatan teoritis semata tanpa ada langkah nyata, langkah nyata juga tidak elegan dengan hanya saling menyalahkan satu pihak dengan pihak yang lainnya. Sudah menjadi ketentuan alam jika air mengalir dari tempat yang tinggi menuju daratan yang lebih rendah, dan air akan meluap jika ada saluran yang tersumbat. Menyalahkan Pemkab Bogor atau Depok semata dalam kejadian ini bukanlah tindakan yang arif dan sepertinya kurang bijaksana. Akan tetapi duduk bersama dalam mencari solusi atas penyelesaian musibah ini jauh lebih penting untuk menemukan persepsi yang sama dalam menjaga aliran sungai serta pembagian tugas dan wewenang pada masing-masing wilayah terhadap tanggung jawabnya. Koordinasi dengan wilayah penopang Jakarta menjadi penting agar solusi dapat ditemukan dengan baik.


Bicara tentang alam sebenarnya tidak perlu menggunakan teori yang rumit, teori alam hanya sederhana saja. Jika kita dapat menjaganya dengan baik dia akan menjadi sahabat yang baik pula bagi kita. Namun jika kita tidak pandai menjaganya maka ia akan menjadi musibah yang siap mengancam keberlangsungan kehidupan kita.

Harapan masyarakat terhadap Jokowi sebagai Gubernur DKI tinggi sekali agar persoalan banjir dapat diatasi, harapan tersebut sangat beralasan karena saat pencalonan beliau sebagai Gubernur DKI saat itu ada janji kampanye yang beliau sampaikan. Hal itu diperkuat lagi dengan liputan media massa terhadap langkah yang ditempuh Jokowi setelah beliau menjadi gubernur. Bak pahlawan yang sudah lama dinanti, Jokowi hadir tampil ke tengah masyarakat yang selalu dielu-elukan. Begitulah kesimpulan ketika kita melihat tayangan media baik cetak maupun elektronik dalam mencitrakan beliau.

Namun apa yang terjadi saat ini, inilah yang disebut hukum alam, karena alam tidak mengenal pencitraan. Bahkan alam juga tidak bisa dibohongi, musibah datang dengan ketentuannya sendiri. Jika kita dapat memperlakukan alam dengan baik, dia pun dapat menjadi kawan yang baik. Jika kita zolim terhadap alam dia akan menjadi malapetaka buat kita.

Semoga Jokowi dapat mengatasi persoalaan ini dengan baik. Dengan menggandeng daerah penyokong Ibu Kota dalam mencari solusi terhadap penyelesaian masalah banjir tentunya kita dapat berharap agar banjir bisa diminimalisir untuk masa yang akan datang. Sikap tegas Jokowi dalam menegakkan aturan dengan memberi sanksi pada masyarakat yang membuang sampah sembarangan harus beliau lakukan, dan didukung pula dengan program-program lain tentunya.

Tara Pradana,
Hp: 08960173xxxx
Jatibening, Bekasi
Jawa Barat

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya