Berita

ZULHAM EFFENDI/NET

Pilih Pemimpin yang Peduli Kemanusiaan

SENIN, 20 JANUARI 2014 | 10:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai permasalahan yang sungguh luar biasa. Di samping persoalan korupsi, narkoba, penggangguran, negeri ini juga dilanda beragam bencara, seperti letusan gunung Gunung Sinabung, serta banjir di Jakarta dan Manado.

"Semua merupakan permasalahan yang berkaitan dengan manusia dan kemanusiaan," jelas Ketua Forum Anak Bangsa, Zulham Effendi di sela-sela Debat Kandidat Capres Konvensi Rakyat di Gedung Medan International Convention Center (MICC), Medan, kemarin.

Namun sayangnya, di saat bangsa ini dihantam berbagai persoalan, nilai-nilai gotong royong dan kepedulian untuk membantu sesama justru luntur di masyarakat Indonesia. Rakyat Indonesia apatis terhadap keadaan dan lebih mementingkan diri sendiri.


"Konvensi Rakyat yang dilakukan di Medan merupakan langkah bagus sebagai bagian untuk menjaring aspirasi rakyat yang tidak terakomodir di partai. Akan tetapi para calon presiden harus memiliki kepedulian kemanusiaan. Permasalahan kemanusiaan hanya dapat diselesaikan dengan energi kemanusiaan," jelas mantan Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia ini.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Pelajar Indonesia dan Alumni Internasional asal Sumatera Utara ini, hanya pemimpin yang dapat memanusiakan masyarakat Indonesia yang harus dipilih. Siapa dia? Dia adalah calon presiden yang paling banyak memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia. Biarkan rakyat yang menilai calon presiden yang layak dan pantas memimpin Indonesia ke depan.

"Untuk itu atas nama Forum Anak Bangsa dan Forum Komunikasi Pelajar Indonesia dan Alumni Internasional asal Sumatera Utara meminta kepada semua calon presiden Konvensi Rakyat untuk menyelesaikan permasalahan  kemanusiaan yang terjadi di Indonesia dengan langkah-langkah nyata," demikian Zulham. zul

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya