Berita

ilustrasi/net

Dubes AS: Serangan Ekstrimis, Ancaman Masa Depan Masyarakat

SABTU, 18 JANUARI 2014 | 11:54 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Amerika Serikat mengutuk serangan bom di sebuah pusat dakwah di barat laut Pakistan yang telah menewaskan sedikitnya 10 orang.

Duta Besar AS di Pakistan, Richard Olson, juga menyebut bahwa serangan tersebut tidak masuk akal.

Olson menegaskan, pihaknya siap untuk membantu pihak berwenang Pakistan dalam menyelidiki serangan yang terjadi pada Kamis (16/1) di Tableeghi Markaz, Peshawar untuk segera menyeret para pelaku ke pengadilan.


Tidak hanya itu, Olson juga mengungkapkan simpatinya terhadap para korban luka dan keluarga korban tewas.

"AS prihatin terhadap kekerasan ekstrimis yang terus berlanjut di Pakistan. Kekerasan ekstrimis tersebut adalah serangan terhadap nilai-nilai rakyat Pakistan dan ancaman bagi masa depan yang makmur seluruh masyarakat," tambahnya sebagaimana dilansir AFP (Sabtu, 18/1).

Kamis malam (16/1), sebuah pusat dakwah yang terletak di Jalan Charsadda di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dihantam ledakan ketika sekitar 1.500 orang tengah mendengarkan khutbah. Akibatnya, sekitar sepuluh orang tewas dan lebih dari 60 lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya