Berita

Sudi Silalahi

Wawancara

WAWANCARA

Sudi Silalahi : Ibu Ani Yudhoyono Penerus Informasi

SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 08:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi hampir setiap hari, selama 24 jam mendampingi Presiden SBY.  Lelaki kelahiran Pematangsiantar itu mengaku, belum pernah melihat Ani Yudhoyono mencampuri kinerja kabinet.

Media di Australia, pada pekan lalu kembali menurunkan berita yang menggemparkan ruang pu­blik di Tanah Air. Media tersebut membe­berkan peran Ibu Negara Ani Yudhoyono yang kerap ikut campur urusan kabinet.

Hal itu dibeberkan harian The Weekly Australian dengan  me­ngutip bocoran Wikileaks, beru­pa kawat diplomatik  yang diki­rim Kedutaan Besar AS di Jakarta 17 Oktober 2007 untuk para di­plomat Amerika di Canberra, Australia, dan CIA.


Media itu antara lain mengung­kap­kan, peran Kristiani Herra­wati-nama lengkap Ani Yudho­yono yang sangat besar membuat para staf Presiden SBY terping­gir­kan. 

Bahkan, Menteri Sekre­taris Ne­ga­ra Sudi Silalahi dise­butkan ti­dak kuat dengan kondisi tersebut dan sempat ingin me­ngundur­kan diri. Tak hanya itu, putri Let­jen Jenderal (Pur­na­wi­rawan) Sar­wo Edhie Wibowo itu dituding membangun dinasti po­litik de­ngan menyiapkan pu­tranya Agus Yudhoyono untuk mengikuti jejak sang Ayah, du­duk di kursi RI-1 pada masa men­datang.

Sudi Silalahi  yang selama ini di­kenal sangat dekat dengan Pre­siden membantah keras semua in­formasi Wikileaks. Kepada Rak­yat Merdeka, Sudi men­ceri­takan pengalamannya se­la­ma me­nemani Presiden SBY.  Be­rikut ini kutipannya.

Semua pejabat negara telah menyangkal tudingan Wi­kileaks, termasuk Anda. Apa­kah Anda yakin Ani tidak per­nah mencampuri sama sekali kabinet?

Seingat saya tidak pernah. Ka­laupun ada berkaitan dengan ka­binet atau pemerintahan, itu sifat­nya hanya meneruskan in­for­ma­si.

Misalnya, tentang ada SMS pe­ngaduan penyalahguna­an ke­wenangan yang dilakukan pe­jabat di daerah.

Cukup sampai si­tu, kemudian kami yang me­ngecek dan me­nin­daklanjuti in­formasi tersebut.

Bukankah bisa saja ibu ne­ga­ra mencampuri kinerja Pre­siden ketika sedang tidak ber­sa­ma menteri atau pejabat lain?
Saya rasa hampir tidak mung­kin. Karena saya dan Sekretaris Kabinet Pak Dipo Alam itu ham­pir 24 jam bersama Pak SBY. Se­la­ma ini, kami yang biasa dimin­tai saran dan masukan kepada beliau mengenai berbagai masa­lah yang dihadapi pe­me­rintah.

Dan sejauh itu juga, saya tidak per­nah meli­hat Ibu Ani ikut cam­puri persoa­lan kabinet.

Wikileaks menyebutkan staf lingkaran Presiden merasa tersingkir dengan peran ibu negara. Bahkan Anda disebut sempat ingin mundur?

Tidak benar sama sekali. Un­tuk apa saya mundur dari tugas nega­ra? Jabatan itu amanah dan saya me­rasa terhormat bisa men­jalan­kan amanah ini sebaik-baik­nya.

Dan perlu diketahui, sampai de­tik ini saya dan para staf Pre­siden  merasa nyaman bekerja. Bagi kami, ibu Ani sangat baik, beliau mampu mengayomi kami seperti selayaknya seorang ibu.

Bagaimana dengan tudingan Ani ingin membangun dinasti politik?
Saya jelaskan, Ibu Ani dan Pak SBY sangat demokratis, ke­dua­nya  tidak pernah memak­sakan ke­hendak kepada anak-anaknya. Mereka mempersila­kan kepada anak-anaknya untuk menentukan sendiri jalan hidup­nnya. Sebagai orang tua, mereka  hanya mem­be­rikan pendidikan yang dibu­tuhkan. Bagaimana­pun setiap orang tua ingin anak­nya sukses.

Kalau bicara kualitas, sejak di militer Mas Agus memang me­miliki prestasi yang bagus.

Itu se­mua hasil kerja kerasnya sendiri. Agus dipersiapkan untuk long time oleh dirinya sendiri, bukan hasil rancangan orang tuanya.

Apa yang Anda sudah laku­kan membantah ‘serangan’’ Wikileaks?

Kami sudah berkali-kali mem­berikan penjelasan dan bantahan terhadap media yang bersang­kutan. Tapi mereka tidak meng­gu­bris. Tapi biarkan saja dulu, toh Wikileaks itu tidak jelas orga­nisasinya. Nanti kalau kami terus masalahkan, ini hanya mengun­tungkan Wikileaks.  Tapi kalau me­re­ka terus mengusik, kami ten­tu tidak akan tinggal diam.
    
Untuk menghadapi fitnah, Cikeas kabarnya sudah me­miliki tim pengacara khusus. Apa benar?
Saya tidak dalam kapastitas untuk menjawab itu. Tapi pada saat dianggap perlu, mereka pasti bertindak kok.

Apa pesan Anda kepada ma­syarakat terkait informasi Wikileaks?
Saya meminta kepada masya­ra­kat tidak perlu terpancing. Saya yakin masyarakat sudah tahu bahwa informasi yang disam­pai­kan Wikileaks tidak pernah jelas kebenarannya. Karena yang diba­has pun tidak ada gunanya. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya