Berita

Max Sopacua

Wawancara

WAWANCARA

Max Sopacua: Kami Cuekin Usulan Anas Agar SBY Jadi Cawapres

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 09:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ada usulan agar SBY menjadi calon wakil presiden dalam Pilpres 2014. Sebab, peserta kovensi Partai Demokrat tidak ada  yang sehebat Ketua Umum partai penguasa itu.

Usulan itu, menurut Anas Urbaningrum, merupakan saran politik yang rasional. Meski tak sebening dulu, citra SBY masih baik.

“Tidak ada tokoh Partai Demokrat yang dalam hal segalanya sebanding dengan Pak SBY. Satu-satunya matahari Demokrat,” kicau Anas melalui account twitter-nya, @anasurbaningrum, Rabu (4/12).


Jika SBY bersedia menjadi cawapres, lanjut Anas, banyak capres yang tertarik untuk berduet. Bahkan, Anas yakin mereka akan memburu SBY untuk mengajak berpasangan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, usulan itu tidak rasional sehingga tidak perlu ditanggapi.

“Kami tidak akan membahasnya. Kami cuekin usulan itu (agar SBY jadi cawapres-red). Sebab, itu tidak ada logika politiknya,” ujar Max Sopacua kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya;

Mengapa tidak dipertimbangkan dulu usulan tersebut?
Menurut saya usulan ini tetap tidak pantas. Sebab, secara tidak langsung Anas menyuruh agar Presiden SBY mempertahankan jabatan meski sudah dua periode menjadi presiden.

Padahal Pak SBY tidak memiliki paham haus jabatan. Yang ada di benak Pak SBY agar menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Bukankah usulan itu bisa meningkatkan suara Partai Demokrat yang jeblok di berbagai survei?
Memang. Tapi meningkatkan suara partai itu bukan hanya tugas Pak SBY sebagai Ketua Umum. Ini tugas semua kader Partai Demokrat.

Kami yang seharusnya bekerja sama, bahu-membahu meningkatkan perolehan suara dalam Pemilu Legislatif 2014.

Lagi pula, Demokrat sudah memiliki mekanisme sendiri untuk menghadapi Pemilihan Presiden, yaitu konvensi.

Bukankah gaung konvensi semakin meredup?

Meski Anas mengatakan peserta konvensi memiliki elektabilitas yang rendah, saya pikir itu sebuah risiko politik yang diambil oleh Demokrat. Yakni, memilih mekanisme demokratis dalam menjaring capres.

Sekarang tinggal bagaimana caranya agar peserta konvensi bekerja keras untuk menaikkan elektabilitasnya.

Ada yang bilang, pernyataan itu adalah sindiran atas keberadaan dinasti Cikeas, apa benar?
Saya kurang tahu kalau soal itu. Anas kan memang suka menggunakan bahasa politik tingkat tinggi. Hanya yang bersangkutan yang tahu.

Yang jelas, dengan pernyataan Ana situ, menurut saya, semakin menujukkan ketidakharmonisan hubungan Anas dengan Pak SBY.

Mengapa Anda menilai demikian?
Karena Anas kan bekas Ketua Umum Demokrat. Tidak etis  kalau dia berbicara seperti itu tentang pendiri Partai Demokrat, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Ketua Umum Partai Demokrat, sekaligus Presiden RI dua periode.

Tidak ada yang positif dari pernyataan tersebut. Kalau yang bicara seperti itu pengamat sih etis saja.

Apa yang akan Demokrat lakukan?
Kami tidak akan melakukan apa-apa. Menurut kami, pernyataan itu tidak penting untuk ditanggapi. Kami hanya akan fokus untuk bekerja. Kasus ini tuh cuma seperti orang pacaran, terus putus. Jadi biarkan saja. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya