Berita

abdul haris semendawai

Wawancara

WAWANCARA

Abdul Haris Semendawai: Kami Melindungi Lima Saksi Kasus Korupsi Hambalang

MINGGU, 24 NOVEMBER 2013 | 08:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lembaga Perlindungan Saksi Korban   (LPSK) belum bisa memutuskan apakah  memberikan perlindungan terhadap loyalis Anas Urbaningrum, Tri Dianto.

“Kasus ini kompleks. Kami harus mencari tahu dulu, siapa sebetulnya menjadi korban, siapa pelaku, dan siapa paling perlu dilindungi,’’ ujar Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai kepada Rakyat Merdeka, Jumat (22/11).

Sebelumnya, bekas Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan karena dirinya mendapat ancaman.
 

 
Tri Dianto mengaku tidak tenang saat dirinya diperiksa sebagai saksi dalam kasus Hambalang karena mendapat informasi mengenai  ancaman itu.

Abdul Haris Semendawai selanjutnya mengatakan, dalam kasus Hambalang, Nazaruddin juga menjadi saksi, dan pernah meminta perlindungan kepada LPSK.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kapan diputuskan sikap LPSK?
Kami masih menunggu hasil penyelidikan tim satgas yang sedang melakukan investigasi dalam kasus Tri Dianto.

Nanti tim tersebut membuat risalah, dan menyerahkan data-data yang dibutuhkan dalam rapat paripurna. Di situ nanti kami putuskan, apa memberikan perlindungan atau tidak.
 
Berapa lama satgas melakukan penyelidikan?
Biasanya sih satu minggu sampai satu bulan. Semua itu tergantung dengan bagaimana kondisi di lapangan. Dalam melakukan penyelidikan harus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Kalau sampai sebulan, lama dong?
Memang begitu prosedurnya. Kami kan masih menunggu pihak Tri Dianto melengkapi berkas dan bukti.

Dalam kasus ini, kami membutuhkan data dan bukti yang detail, mengingat kompleksnya posisi Nazaruddin.

Tidak bisa dipercepat?
Semua tergantung kondisi di lapangan. LPSK sih pasti bekerja secepat mungkin. Tapi kami juga kan tidak mau terburu-buru, sehingga membuat keputusan yang kurang tepat.

Bagaimana kalau nyawa Tri Dianto benar-benar terancam?
Jika saat melakukan penyelidikan satgas menemukan adanya ancaman yang cukup serius, mereka bisa mengajukan perlindungan sementara.

Mereka tinggal meminta persetujuan kepada tiga pimpinan LPSK untuk melakukan itu. Biasannya perlindungan sementara diberikan selama tujuh hari.

Setelah habis perlindungan sementara, bagaimana?
Ya, harus dibawa ke rapat paripurna untuk diputuskan, apakah akan diberi perlindungan atau tidak. Kalau satgas tidak mengajukan perlindungan sementara untuk Tri Dianto, berarti kami menunggu hasil kerja satgas.

Apa sudah ada permintaan untuk memberikan perlindungan sementara?
Belum ada. Tim yang menerima berkas Tri Dianto baru membuat laporan kepada kami. Mungkin mereka masih mempelajarinya, karena seperti saya bilang, masalah ini kompleks.
 
Kalau melindungi Tri Dianto, apa LPSK sanggup?
Siapapun yang dihadapi, kami akan melakukan tugas sebaik mungkin. Melindungi siapapun yang meminta perlindungan bila patut untuk dilindungi.
 
Berapa saksi kasus Hambalang yang meminta perlindungan LPSK?

Kami melindungi lima saksi kasus korupsi Hambalang. Mereka merasa mendapat ancaman teror hingga pembunuhan. Makanya mereka kami lindungi.
 
Sampai saat ini LPKS juga sudah menerima pengajuan permohonan perlindungan dari satu saksi lainnya. Dia baru mengajukan karena ke mana pun dia pergi, selalu merasa diikuti. Kami masih memproses yang satu itu.  ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya