Berita

KH Salahuddin Wahid

Wawancara

WAWANCARA

KH Salahuddin Wahid: Parpol Pasti Tergiur Dengan Capres Yang Kami Jaring...

SELASA, 19 NOVEMBER 2013 | 10:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komite Konvensi Rakyat berupaya secara maksimal   akan menjaring calon presiden (capres) yang bisa  mengatasi berbagai permasalahan bangsa.

“Memang sulit mendapatkan capres yang ideal. Tapi kami harus mencarinya untuk bertarung dalam Pilpres 2014,” kata Ketua Komite Konvensi Rakyat KH Salahuddin Wahid kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh masyarakat, rohaniawan dan akademisi menggelar konvensi rakyat Capres 2014. Dengan konvensi ini diharapkan muncul kader terbaik bangsa untuk menjadi presiden.


Konvensi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Minggu (10/11) di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat.
Gus Solah, panggilan akrab KH Salahuddin Wahid, selanjutnya menyebutkan, gagasan konvensi rakyat muncul dari usulan beberapa kalangan.

“Ini untuk Indonesia yang lebih baik, tentu saya akan kerjakan sebaik mungkin,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa Anda merasa harus menyelenggarakan konvensi rakyat?
Kita harus mencari pemimpin yang ideal. Walau mencari yang ideal itu sulit, tapi harus optimistis bisa mendapatkannya. Sebab,  saya didatangi beberapa anak muda yang berpikiran positif dan optimistis bisa mencari figur seperti itu.
 
Dari mana saja anak muda itu?
Dari berbagai kalangan, beberapa di antaranya adalah bekas wartawan. Saya hanya memayungi saja.

Dulu pernah membuat hal yang sama, tapi nggak berhasil, ini bagaimana?
Nggak jadi masalah kok. Ini kan upaya atau kepedulian kami menggugah masyarakat untuk bersama-sama mencari figur yang ideal menjadi pemimpin nasional.

Apa masih ada waktu untuk menjaring pemimpin dengan konvensi rakyat?
Masih ada kok. Makanya kami coba saja. Toh lembaga non parpol seperti Forum Rektor Indonesia malah sudah jalan lebih dulu.

Forum Rektor Indonesia menyelenggarakan konvensi rakyat juga. Tapi mereka lebih fokus untuk menggali program calon-calon yang sudah muncul.

Perkembangannya bagaimana?
Konvensi rakyat dari Forum Rektor Indonesia akan menampilkan sejumlah tokoh dari berbagai parpol dan tokoh non parpol. Konvensi itu diselenggarakan sejumlah universitas terkemuka di seluruh Indonesia.

Kenapa Anda tidak gabung saja?
Mereka kan sudah lebih dulu menyelenggarakan konvensi,  sehingga nggak mungkin lagi saya gabung.

Konvensi rakyat yang Anda buat itu siapa pesertanya?
Kami menerima siapa saja yang mendaftar.

Sudah berapa yang daftar?
Nanti sore (18/11) ini kami rapatkan mengenai orang yang daftar itu.

Butuh berapa peserta sih?
Kalau dari segi waktu, kami butuh  enam atau tujuh calon. Paling bagus enam orang karena waktunya singkat.

Konkret pelaksanaannya bagaimana?
Kami akan lakukan melalui serangkaian dialog publik di berbagai kota. Kami keliling ke kota besar di Indonesia seperti Medan, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Bandung dan terakhir Jakarta. Kalau dimungkinkan tambah ke daerah lainnya.

Siapa yang menyeleksi peserta?
Kami akan mengajak para akademisi, tokoh masyarakat, profesional dan pemuda untuk mengkritisi para peserta konvensi.

Apa cukup dengan dialog publik ke beberapa kota?
Tidak. Kami juga akan melakukan survei terhadap peserta konvensi rakyat untuk mengetahui sejauh mana tingkat keterpilihan mereka.

Apa peserta konvensi Partai Demokrat boleh ikut?
Siapa saja boleh daftar. Kalau ada orang parpol yang masuk konvensi rakyat, monggo. Kami terbuka kok. Tapi  saya rasa nggak mungkin. Barangkali yang nggak dipanggil konvensi capres Partai Demokrat itu bisa mendaftar.

Calonnya harus dari kalangan muda?
Tidak. Ukuran muda berapa  sih. Kalau tokoh berumur 70 tahun, tapi tetap sehat, punya kemampuan dan pengalaman, masih bisa menjadi peserta.
 
Partai politik apa tidak cukup untuk menjaring capres?

 Mencari capres itu penting. Jangan  hanya diserahkan kepada parpol. Makanya kami mencoba memberikan alternatif pilihan capres ideal melalui konvensi capres rakyat.

 Hasilnya diapain, kan hanya parpol atau gabungan parpol yang boleh mengajukan capres?
Dari awal kami juga tahu. Makanya nanti capres pilihan rakyat itu nanti ditawarkan ke parpol.

Bagaimana kalau tokoh yang jadi pemenang konvensi rakyat itu tidak diterima parpol?
Makanya kami berupaya menjaring tokoh yang hasil  survei-nya lumayan, sehingga parpol nanti pasti tergiur  dengan capres yang kami jaring.

Kalau tetap tidak tergiur, bagaimana?
Ya, terserah mereka.  Biar nanti rakyat menilai. Yang jelas, kami yakin konvensi rakyat bisa mendapatkan tokoh yang disenangi rakyat. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Termasuk Yaqut dan Fadia Arafiq, KPK Fasilitasi Salat Id untuk 81 Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:18

Haedar Nashir Serukan Kedewasaan Sikapi Perbedaan Idulfitri

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:08

Prabowo Malam Takbiran di Sumut, Salat Idulfitri di Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:47

Idulfitri Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kehidupan Bernegara

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:01

Wacana WFH ASN Dinilai Tak Berdampak Signifikan pada Penghematan BBM

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:40

F-35 AS Nyaris Jatuh, Diduga Dihantam Tembakan Iran

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:37

Lebaran di Balik Jeruji, KPK Buka Layanan Kunjungan Keluarga Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:26

Prabowo Selamatkan Rp308 Triliun Uang Negara dari Koruptor

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:45

Tips Kelola THR Anak untuk Investasi dan Edukasi Maksimal

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:42

KPK Gelar Sholat Id untuk Tahanan di Masjid Gedung Merah Putih

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:40

Selengkapnya