Berita

Rahmad Darmawan

Wawancara

WAWANCARA

Rahmad Darmawan: Target Juara SEA Games Memicu Semangat Pemain

SELASA, 12 NOVEMBER 2013 | 09:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemain Timnas U-23 merasa terpicu semangatnya setelah PSSI memberi target juara dalam SEA Games, di Myanmar, Desember mendatang.

“Target dari PSSI itu memicu semangat pemain. Makanya kami terus melakukan peningkatan kualitas pemain. Mulai dari perbaikan pola serangan hingga pertahanan,” kata pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (9/11).

Seperti diketahui, berdasarkan hasil undian di Naypyitaw, Myanmar Rabu (6/11), Timnas Garuda Muda berada di Group B bersama tuan rumah Myanmar, Thailand, Timor Leste dan Kamboja. Sedangkan Group A terdiri dari Vietnam, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina dan Laos.


Rahmad Darmawan selanjutnya mengatakan, hasil undian yang dilakukan cukup adil. Sebab, kekuatan di Asia Tenggara menyebar di dua group tersebut.

“Kekuatan tim di Asia Tenggara menyebar cukup rata. Maka kami tidak perlu pilih-pilih lawan,” ungkapnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa Anda merasa tidak perlu pilih-pilih lawan?

Pikiran kami memang tidak memilih siapa yang mudah dihadapi. Tapi kami segera lakukan perbaikan ke dalam. Para pemain perlu ditingkatkan kualitasnya.

Apa Anda sudah memantau kekuatan lawan di Group B?
Kami akan melakukan pemantauan terhadap pemain di Group B. Ini nanti sebagai bekal tim Garuda Muda untuk mengatur strategi permainan. Saat ini dibutuhkan kecermatan dan kerja keras semua pihak agar bisa lolos dalam group ini sebagai pemenang.

Apa yang perlu diperbaiki pemain Garuda Muda?
Pokoknya, semua yang berkaitan dengan kualitas permainan harus menjadi konsen kami. Melakukan perbaikan secara terus-menerus. Ke depan ada uji coba. Ini kami upaya mendongkrak kualitas permainan.

Tim mana yang perlu diwaspadai di Group B?
Saya melihat Myanmar paling bagus dalam variasi bermain. Menampilkan permainan cantik. Begitu juga Thailand yang memiliki kemampuan mengatur ritme permainan mereka secara baik.

Timor Leste dan Kamboja, bagaimana?
Kalau Timor Leste pernah kami hadapi. Paling tidak kami sudah mengetahui pola serangan dan pertahanan mereka. Walau begitu, kita tidak boleh jumawa karena kejutan permainan pasti muncul.  Kami masih belum mengetahui pola permainan Kamboja.

Pelatihan seperti apa yang dilakukan tim Garuda Muda?

Semua aspek yang berkaitan dengan kebutuhan persepakbolaan, apakah kualitas teknik, fisik, strategi, formasi dan lainnya. Semua tentu kami berikan kepada pemain.

Apa pelatihan mental juga dilakukan?
Ya, kami punya tim pelatih yang bertujuan untuk mendorong motivasi bermain bagi para pemain tentu di dalamnya ada pelatihan mental.

Selama dalam pelatihan, bagaimana peningkatan kualitasnya?
Kami baru mulai uji coba. Latihan kita memang padat. Saya belum melihat adanya perbaikan koordinasi, teknik dan kerja sama pemain.

Apakah kualitas permainan timnas U-19 jadi pemicu semangat tim U-23?
Itu pasti. Sebenarnya tanpa ada tim U-19 atau tim lainnya, motivasi atau semangat harus terus kami tumbuhkan kepada pemain. Apalagi ada capaian atau prestasi yang diperoleh adik-adik U-19. Ini menjadi sebuah kebanggaan yang bisa memicu semangat bagi para senior agar menunjukkan permainan yang lebih baik atau sama dengan mereka.

Latihan yang dilakukan tim Garuda Muda sudah berapa lama?
Kami melakukan persiapan satu bulan. Dari waktu ke waktu perkembangan dan kualitas permainan bisa ditingkatkan.

Bagaimana dengan pertahanan dan lemahnya daya serang?

Kami sedang berusaha melakukan perbaikan pola serangan dan pertahanan agar lebih baik. Kedisiplinan permainan perlu ditingkatkan. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya