Berita

Letjen (Purn) TB Silalahi

Wawancara

WAWANCARA

Letjen (Purn) TB Silalahi: Bahasa Tubuh SBY Itu Bukan Dibuat-buat, Bukan Pencitraan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2013 | 09:00 WIB

Cerita Sekretaris Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Demokrat Letjen (Purn) TB Silalahi tentang di balik gerak tubuh Presiden SBY saat berpidato mendapat perhatian serius publik. TB Silalahi dalam acara diskusi dan bedah buku “Gus Dur Ku, Anda, Kita” karya Mohammad AS Hikam di Bentara Budaya, Jakarta, Sabtu (2/11) mengungkap rahasia di balik gerak tangan SBY.

Kata dia, ada trainer khusus dari Inggris yang melatih bahasa tubuh SBY saat pidato. Setiap gerakan memiliki makna dan menyimbolkan kewibawaan seorang pemimpin.

   ”Ini (bahasa tubuh) dilatih lho. Selama dua hari, sewaktu awal-awal, kita datangkan ahli dari Inggris. Saya tahu lah, orang saya kan timsesnya,” beber TB Silalahi.


Apa maksud dan tujuan di balik pengungkapan cerita tersebut? Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan TB Silalahi, kemarin.

Bisa dijelaskan kenapa Anda mengungkap cerita di balik bahasa tubuh SBY?
Berhubung dengan banyaknya tanggapan terhadap salah satu pernyataan saya dalam acara seminar peluncuran buku Gus Dur sebagai guru bangsa, saya ingin mengklarifikasi pernyataan saya tentang gerak tubuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Sesungguhnya maksud saya tidak lain adalah bagaimana caranya dalam bahasa tubuh mencerminkan kepribadian yang bersih, cerdas dan santun.

Makanya agar bahasa tubuh bisa mencerminkan kepribadian seperti itu SBY dilatih oleh seorang trainer?
Untuk mencerminkan kepribadian yang bersih, cerdas dan santun ke dalam bahasa tubuh, ada sekolah ataupun pelatihan khusus yang disebut dengan personal branding.

Sebagai contoh di Jakarta ada sekolah yang disebut John Robert Powers.

Personal branding bukan pencitraan, tetapi bahasa tubuh yang dimiliki oleh seseorang dengan menggali kepribadiannya sendiri yang kemudian dipoles dalam wujud bahasa tubuh.

Apakah training bahasa tubuh seperti ini lumrah bagi seorang pemimpin?
Hal ini biasa dilakukan oleh para pemimpin dari berbagai bidang. Misalnya manajer, pemimpin organisasi, politikus, sampai pimpinan negara dan dilakukan di seluruh negara maju. Sebagai contoh Margareth Thatcher, sebelum menjadi perdana menteri, mengikuti pelatihan seperti itu.

Pribadi Margareth Thatcher sangat bagus, kokoh, dan salah satu perdana menteri Inggris terbaik. Sebelum menjadi perdana menteri, gerakan tubuh Margareth Thatcher tidak menarik, baik bentuk fisiknya maupun cara berbicaranya. Karena suaranya cempreng sehingga sulit dimengerti. Kadang-kadang gerakan tangannya pun tidak cocok dengan apa yang diomongkannya.

Lalu personal branding yang dilakukan oleh Margareth Thatcher sangat mengubah penampilannya. Baik cara berpakaiannya, penampilannya, dan cara omongannya jauh lebih baik dari semula.

Anda kenal SBY sejak SBY masih sekolah di AKABRI. Bagaimana kepribadian SBY saat itu?
Presiden SBY yang saya kenal sejak di taruna AKABRI mempunyai kepribadian cerdas, bersih dan santun. Itulah sebabnya dia lulus dari AKABRI sebagai lulusan terbaik dan mendapat anugerah Adhi Makayasa. Sebenarnya sejak dulu pun bahasa tubuhnya sudah bagus, tetapi masih tingkat taruna dan perwira TNI.

Kalau kepribadian SBY sudah bagus, kenapa harus dilatih lagi? Apalagi harus mendatangkan pelatih dari Inggris?
Walaupun demikian, karena dia dicalonkan menjadi presiden 2004, bahasa tubuhnya harus disempurnakan karena akan menjadi pemimpin dari suatu negara dan bangsa yang besar, dan dia juga bisa menjadi pemimpin internasional seperti APEC.

Oleh sebab itu, bahasa tubuhnya pun harus disesuaikan dengan lingkungan nasional maupun internasional yang akan dihadapi kemudian. Itulah sebabnya, sebagai calon presiden yang tentu bukan menggunakan uang negara, kami mendatangkan guru dari Inggris.

Jadi bahasa tubuh SBY saat ini itu orisinal, bukan karena dibuat-buat?
Bahasa tubuh beliau sekarang ini bukan dibuat-buat, tetapi sudah dari sononya. Tapi tentu sudah dipoles dan bukan semata-mata sebagai pencitraan. Pelatihan ini tidak perlu dirahasiakan karena itu merupakan bagian dari pendidikan maupun pelatihan.

Malahan saya sarankan semua calon presiden mengikuti pelatihan seperti itu. Pada acara itu juga saya tawarkan kepada sahabat saya Mahfud MD yang berada di dekat saya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya