Berita

Sutiyoso

Wawancara

WAWANCARA

Sutiyoso: Cukup Saya Jadi Korban, Ini Pelajaran Bagi Lainnya

JUMAT, 01 NOVEMBER 2013 | 09:51 WIB

Kasus yang menimpa Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso hendaknya tidak menimpa pimpinan parpol lainnya.
 
“Saya berharap cukup saya saja yang jadi korban. Ini pelajaran bagi ketua umum parpol lainnya,” tegas Sutiyoso kepada Rakyat Merdeka, Rabu (30/10).

Seperti diketahui, Hakim Ketua Fahtul Bachri di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah menyatakan Sutiyoso bersalah atas dugaan curi start kampanye.


Sutiyoso divonis satu bulan penjara dengan masa percobaan selama dua bulan dan denda Rp 1 juta.

Sutiyoso selanjutnya mengatakan, dengan dijadikannya kasus ini studi kasus agar menjadi pelajaran bagi semua pihak, sehingga Pemilu 2014  berjalan aman, bersih, jujur dan adil. 

Berikut kutipan selengkapnya:

Dengan putusan itu, apa yang Anda lakukan?

Saya ingin menunjukkan bahwa saya patuh terhadap hukum. Tapi ingin juga diperlakukan secara adil.

Memang putusan itu tidak adil?
Ya. Karena kasus itu sebenarnya tidak memenuhi kriteria sebagai kampanye. Karena kampanye itu kan tentu ada izin, juru kampanye serta alat peraga. Sedangkan saat itu tidak ada.

Memang yang terjadi seperti apa?
Kegiatan itu tambahan dari acara rapat koordinasi wilayah Lampung, Jawa, dan Bali yang dilakukan di Semarang. Kemudian panitia daerah menambah halal bi halal di tempat kelahiran saya itu.

Kenapa diselenggarakan di sana dengan jumlah massa yang banyak?
Karena saya sekalian melakukan ziarah ke makam orang tua saya. Karena di desa tidak ada gedung, maka dilakukan di lapangan. Tapi saya merasa didaulat.

Penyambutan saya itu spontan. Tidak ada niat kami untuk kampanye kok. Di bawah panggung itu juga kader dan pengurus PKPI kok.

Pengurus dari mana saja?
Pengurus dari Lampung, Jawa, Bali dan lainnya. jumlahnya kalau nggak salah 700-an orang ditambah  kader setempat.  Karena di lapangan sangat mungkin ada orang lain hadir, sehingga menjadi banyak seperti itu.

Apa itu disampaikan dalam persidangan?
Sudah saya sampaikan. Begitu juga saksi-saksi meringankan dan saksi ahli, tapi diabaikan.

 Semua yang dipertimbangkan adalah saksi bukti dan saksi ahli dari jaksa penuntut umum. 

Tapi ya sudah, saya ikuti saja. Yang jelas saya tidak mau anak buah saya yang dipersalahkan. Walau ini terjadi di daerah, saya harus ambil alih tangung jawab semua.

Memang yang dituntut anak buah saya itu bebas semua. Saya bersyukur biar saya yang menanggungnya.

Anda merasa aneh terhadap putusan itu?
Saya merasa heran saja. Kasus kayak begini kan tidak layak untuk dimajukan ke sidang. Ini kan kegiatan sosial budaya, bukan pelanggaran peraturan kampanye.

Sedangkan partai lain iklan berseliweran dan turun ke bawah juga tidak diproses secara hukum.
 
Apa kasus ini mempengaruhi perolehan suara PKPI Pemilu 2014?
Ya.  Penyelenggara pemilu itu seharusnya lebih profesional dan adil. Saya harap, korban ketua umum partai politik diperlakukan seperti ini cukup saya saja.
Makanya sosialisasi soal ketentuan itu sangat penting.

Bukankah Bawaslu dan KPU sering melakukan sosialisasi ?
Faktanya toh tidak demikian. Kalau memang benar tentu gencar dong sosialisasinya di televisi atau di media massa lainnya. Bisa juga memanggil  ketua umum parat politik.

 Biar tidak ada multi tafsir terhadap sebuah aturan.

Apa Anda lebih berhati-hati lagi setelah kasus ini?
Tentu. Saya tidak mau disalahkan seperti ini. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya