Berita

Anas Urbaningrum

Wawancara

WAWANCARA

Anas Urbaningrum: Semua Sindiran Saya Justru Untuk Dukung SBY

SENIN, 28 OKTOBER 2013 | 09:56 WIB

Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI) tidak akan meredup bila Anas Urbaningrum ditahan KPK.

“PPI itu tidak identik dengan Anas. PPI pun tidak tergantung kepada Anas. Anas hanya sebagian kecil PPI. Seandainya saya ditahan, PPI tetap saja bertahan,” ujar Ketua Presidium PPI , Anas Urbaningrum kepada Rakyat Merdeka, Jumat (25/10).

Sebelumnya, politisi Demokrat Ruhut Sitompul meminta KPK untuk menahan Anas Urbaningrum agar tidak banyak omong yang menyudutkan Demokrat.


Anas Urbaningrum selanjutnya mengatakan, dirinya tidak terlalu memusingkan semua isu yang menimpanya.

“Saya sempat berpikir, saya ini kan dituduh. Tidak nyaman sebetulnya. Tapi nggak apa-apalah. Yang penting saya nggak melakukan itu,” tandasnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bukankah Anda tokoh sentral di PPI?
Bukan. PPI itu dibentuk atas keinginan bersama kawan-kawan di organisasi ini. Dari awal sebetulnya sudah ditegaskan, PPI bukan properti pribadi Anas, atau pun milik keluarga Anas.

Makanya saya yakin PPI akan tetap bertahan meski saya harus menjalani proses hukum. Ada Anas lebih sempurna. Pas Anas tidak hadir, PPI tetap ada.

Kalau Anda bukan tokoh sentral, nggak mungkin dong PPI dianggap saingan?
PPI itu ormas baru yang masih seumur jagung. Tidak pantas bersaing dengan politik, terlebih dengan Partai Demokrat. Bahkan PPI tidak pantas dijadikan lawan bagi partai politik manapun, karena PPI memang bukan partai. PPI ini hanya mengambil ruang yang kosong dan sunyi.

Tapi kok PPI terkesan terus menyerang Demokrat?
Saya tidak mempunyai alasan untuk menyerang Demokrat. Saya ini kan bekas Ketua Umum Partai Demokrat. Tidak mungkin saya menyerang bekas partai sendiri. Apalagi banyak teman-teman saya di sana (Demokrat).

Saya justru berharap teman-teman di partai akan berhasil, terutama yang akan mengikuti pemilu legislatif mendatang.

Anda dianggap sering menyindir SBY, ini bagaimana?
Tidak kok. Semua sindiran Anas justru untuk mendukung (SBY). Contohnya yang soal politik dinasti. Pak SBY kan juga tidak setuju dengan politik dinasti, saya pun begitu.

Ada anggapan mereka merasa terancam dengan keberadaan PPI?
Tak mungkin PPI akan membuat Pak SBY terancam. Pak SBY merupakan Presiden dalam dua periode terakhir. Pak SBY sebagai pemimpin berpengalaman dan tokoh hebat serta teruji. Beliau ketua umum partai besar. Pasti tidak terancam dengan PPI. Masak terancam.

Kabarnya kader Demokrat sampai dilarang masuk PPI?
Saya tidak tahu soal itu. Tapi setahu saya, sejak awal Partai Demokrat membebaskan kadernya untuk ikut ormas manapun. Kader Demokrat banyak kok yang ikut ormas, tidak cuma di PPI.

SMS yang beredar itu buktinya?
Bukan. Saya kemarin baca lengkap SMS itu dari media. Pak SBY mendengar bahwa yang menyebarkan berita tentang penculikan adalah Anas dan Pasek. Beliau menerima info yang salah, keliru, tidak valid. Saya justru merasa simpati, Pak SBY ini juga korban. Korban dari informasi yang tidak valid.

Tapi Anda sampai disebut jahat?
Poin nomor 4 yang menyebutkan saya jahat itu kan kelanjutan dari poin nomor 2, tentang saya dan Mas Pasek yang menyebarkan berita penculikan. Menurut saya justru wajar jika Pak SBY bersikap demikian. Menyebarkan berita penculikan memang tidak baik, salah.

Anda tidak akan mengambil langkah hukum terkait SMS ini?
Tidak. Saya tidak akan mengikuti langkah Mas Pasek yang akan menempuh jalur hukum terhadap SMS tersebut. Menurut saya semuanya masih bisa diselesaikan dengan cara baik-baik. Kalau Pak Pasek kan orang hukum, sehingga mengambil langkah hukum. Kalau saya kan orang budaya.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya