Berita

Marzuki Alie

Wawancara

WAWANCARA

Marzuki Alie: Saya Surati BK DPR, Segera Tetapkan Posisi Chairun Nisa

SELASA, 08 OKTOBER 2013 | 09:16 WIB

Ketua DPR Marzuki Alie merespons desakan dari masyarakat untuk mencopot anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa.

“Saya sudah surati Badan Kehormatan (BK) DPR untuk segera menetapkan posisi Chairun Nisa (CN),” kata Marzuki Alie kepada  Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut Marzuki, sebelum BK DPR memberikan rekomendasi mengenai CN, tentu pimpinan DPR tidak bisa berbuat apa-apa.


“Sampai saat ini CN masih tetap anggota DPR. Kami tidak bisa mengeluarkan sanksi saat CN ditangkap KPK dan ditetapkan menjadi tersangka,’’ papar Marzuki.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bagaimana kalau BK tidak bersikap?
Bisa juga pimpinan parpolnya yang menyurati pimpinan DPR mengenai posisi kadernya itu. Kalau ada surat dari pimpinan parpolnya, tentu kami bisa bersikap.

Apa sudah ada komunikasi dengan pimpinan parpol CN?
Secara pribadi  saya sudah telepon pimpinan partainya agar mohon dijaga martabat DPR. Kalau memang ada faktanya, diberhentikan saja, supaya kami enak dalam melangkah dan bekerja.

Anda membuat surat kepada BK karena perlu cepat diputuskan posisi anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu?
Betul. CN sudah tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Kemudian sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tentunya KPK memiliki bukti, fakta dan data bahwa yang bersangkutan melakukan usaha-usaha penyuapan atau lainnya.

Isi suratnya apa sih?
Meminta segera memutuskan posisi CN. BK ini kan melihat dari sisi kode etiknya. Tentunya harus melihat fakta dan data yang sudah ada juga untuk menentukan keputusan.

Keputusan apa yang pas diberikan kepada CN?
Berdasarkan keterangan KPK, CN diduga menyuap AM (Akil Mochtar), itu kan pelanggaran etika berat. Bisa saja CN diadili di BK terkait hal itu. Atas temuan itu, BK bisa merekomendasikan untuk dipecat.

Kenapa Anda begitu proaktif dalam kasus ini?
Saya ingin menegakkan tata tertib setegas-tegasnya. Tapi tata tertib sekarang ini kelihatannya tidak sesuai lagi dengan harapan masyarakat.

Memangnya kenapa?
Kalau menurut tata tertib DPR, untuk mencopot seseorang harus menunggu putusan hukum tetap. Ini tentu membutuhkan waktu. Sedangkan masyarakat kepingin cepat.

Makanya masyarakat sering marah karena pimpinan DPR dianggap tidak tegas.

Solusinya bagaimana?
Makanya saya bikin surat ke BK itu agar bersikap cepat.

Kalau diduga ada suap terkait sengketa pilkada itu sudah melanggar kode etik. Nah, itu makanya kalau dinyatakan berat oleh BK, ada baiknya langsung diputuskan saja untuk direkomendasikan diganti.

Berarti melanggar tata tertib ya?
Ya. Tapi saya yang paling susah berhadapan dengan rakyat. Sebab, mereka tahu bahwa Ketua DPR yang harus bersikap tegas dalam kasus seperti itu. Padahal, Ketua DPR tidak bisa memecat orang. Makanya BK harus proaktif untuk menjaga marwah DPR. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya