Berita

Jusuf Kalla

Wawancara

WAWANCARA

Jusuf Kalla: Hakim Parpol Atau Karier Sama-sama Rawan Disuap

SENIN, 07 OKTOBER 2013 | 08:24 WIB

Wacana agar hakim konstitusi tidak diisi orang parpol dianggap bukan solusi yang tepat.

“Suap itu kan masalah individu. Orang parpol ada kok yang bekualitas. Sebaliknya hakim karier banyak yang bermasalah. Intinya, hakim parpol atau karier sama-sama rawan disuap,’’ ujar bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, Sabtu (5/10).

Adanya wacana itu setelah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap KPK karena diduga menerima suap.


Sebelumnya juga bekas anggota DPR dari PAN Patrialis Akbar dikritik karena menjadi hakim konstitusi.

Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva juga pernah menjadi anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB)Ã¥.

Begitu juga hakim konstitusi Harjono pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dari utusan daerah yang kemudian bergabung dengan PDI Perjuangan.

Jusuf Kalla selanjutnya mengatakan, masyarakat jangan terjebak dengan paradigma parpol dan non parpol.

Berikut kutipan selengkapnya;

Orang parpol dinilai lebih mungkin disuap karena ada kepentingan pragmatis, ini bagaimana?
Tidak juga kok. Kalau kepentingan kan semua orang punya. Tidak hanya hakim dari parpol. Hakim karier juga bisa. Lihat saja kasus-kasus hakim yang ditangani KPK.

Ini masalah integritas si hakim. Di tengah berbagai godaan yang datang, bisa nggak dia menolak godaan suap itu.

Bukankah hakim parpol sulit menolak permintaan pimpinan parpolnya?
Tidak dong. Saat orang itu masuk ke lembaga yudikatif, otomatis dia keluar, dan melepaskan tanggung jawabnya terhadap partai. Sebagai hakim, tugas dia  menegakkan keadilan, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat dan Tuhan.

Bukankah ada balas budi terhadap parpol yang telah menjadikannya sebagai hakim?
Itu kembali lagi kepada integritas si hakim. Kalau memang mau balas budi, hakim dari parpol justru harus lebih berintegritas. Sebab, kalau integritasnya diragukan, malah akan menjelekkan partainya.

Berarti hakim dari parpol seharusnya lebih bagus?
Ya dong. Orang parpol itu kan seharusnya sudah mengerti tentang etika politik. Salah satu tugas kader partai kan memberikan pendidikan politik. Balas budinya harus dengan cara yang betul.

Ditangkapnya Akil Mochtar, apa tanggapan  Anda?
Sangat memalukan. Mungkin kalau bicara tentang nilai uang suap yang diterima, tidak ada apa-apanya dibanding kasus korupsi lain.

Masalahnya kan jabatan yang bersangkutan sebagai Ketua MK, lembaga peradilan tertinggi yang berwenang menyelesaikan masalah konstitusi. Sebagai penegak hukum seharusnya dia sadar dong konsekuensinya. Apalagi berbagai media Internasional sampai menyorot masalah ini. Berarti dia memalukan nama Indonesia.

Apa konsekuensinya?
Nilai hukum di masyarakat jadi semakin terpuruk. Masyarakat semakin tidak percaya dengan penegak hukum. Kalau sudah begitu kan masyarakat bisa main hakim sendiri demi mendapatkan keadilan. Bisa hancur Indonesia karena didera konflik dengan bangsa sendiri. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya