Berita

Mahfud MD

Wawancara

WAWANCARA

Mahfud MD: Wacana Poros Tengah Jilid II Saya Pantau Melalui Media

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 08:44 WIB

Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengutamakan sosialisasi ke daerah ketimbang memikirkan maju lewat parpol mana dalam Pilpres 2014.

”Yang penting sosialisasi ke daerah, bertemu dengan rakyat. Soal nanti maju lewat partai mana, tergantung situasi saja,’’ kata Mahfud MD saat dihubungi Rakyat Merdeka via telepon, kemarin.

Menurut bekas Menhan itu, politik ini kan cair, tidak bisa diprediksi dari sekarang. Sebab, bisa berubah dengan cepat. Ini semua tergantung hasil Pileg 2014.


“Kita lihat dinamika politik yang berkembang saja. Itu lebih baik,” ujarnya.

Seperti diketahui, Mahfud disebut-sebut akan maju dalam Pilpres 2014 melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun di beberapa kesempatan, kelihatannya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar lebih suka dengan sosok Rhoma Irama untuk diusung menjadi capres PKB.

Mahfud MD selanjutnya mengatakan, dirinya dan raja dangdut Rhoma Irama bukan saingan. Tapi teman untuk memenangkan PKB dalam Pileg 2014.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa Anda tetap maju lewat PKB?
Saya memang berminat maju dalam pencapresan lewat PKB. Tetapi finalnya tentu setelah Pileg 2014. Sebab, hasil pileg tentu menjadi patokan. Artinya bisa saja terjadi hal lain.

Maksudnya?
Maksud saya politik itu kan bisa berubah dengan cepat. Mari kita tunggu saja.

Apa karena dukungan PKB belum final maka Anda mengatakan demikian?
Bukan begitu. Dalam Pilpres 2014 nanti kan semua tergantung tarik menarik antar parpol dan antar politisinya.

Apa karena PKB juga mengelus Rhoma Irama?
Sekarang ini memang di PKB sudah punya dua nama, yakni saya dan Rhoma Irama. Itu bagus-bagus saja kok.

Apakah Anda merasa Rhoma lawan berat?
Saya merasa Rhoma dan saya berjuang untuk menangkan PKB dalam Pileg 2014.

Bukan sebagai lawan, tapi sebagai kawan. Kalau memang untuk kebaikan, tak ada yang perlu diributkan. Semua akan diberi jalan keluar oleh Tuhan.

Anda siap jadi capres lewat PKB?
Insya Allah, saya siap menjadi capres melalui PKB. Ini karena memang saya sejak dulu memiliki kesamaan visi dan misi dengan PKB. Saat mendapat undangan mengikuti konvensi capres Partai Demokrat, saya  mendapat banyak masukan. Bahkan sempat berkonsultasi dengan beberapa tokoh NU dan PKB.

Intinya, saya akan bersama PKB. Hanya ingin berangkat dari NU. Sebab, menurut saya PKB menjadi tempat yang bersih. Tidak mungkin membersihkan lumpur dari tempat yang banyak lumpurnya atau membersihkan lantai dengan sapu yang kotor.

Apa penilaian Anda mengenai wacana Poros Tengah jilid II?
Poros tengah jilid II itu adalah gagasan yang muncul sesudah saya memutuskan tidak ikut konvensi capres Partai Demokrat. Tapi, saya tidak tahu siapa motor penggeraknya, lalu bagaimana mengorganisasikannya. Yang jelas wacana Poros Tengah jilid II itu saya pantau melalui media massa.

Bukankah anda pernah mengikuti pertemuan terbatas Poros Tengah jilid II itu?
Memang ada pertemuan-pertemuan lintas ormas, saya pernah ikut itu.

Oh ya, apa penilaian Anda mengenai penembakan terhadap polisi?

Saya menilai itu gangguan keamanan yang mengarah ke penegak hukum. Saya berharap aparat penegak hukum mampu menuntaskannya. Sebab, ancaman teror penembakan aparat kepolisian membuat masyarakat resah. Sebab, bisa saja masyarakat berpikir, aparat saja nggak aman, apalagi rakyat kecil.

Apa pemicu kejadian itu?
Kalau penyebabnya tentu banyak faktor yang membuat hal itu terjadi.

Apa saja faktor-faktor itu?
Wah, kalau dijelaskan bisa jadi disertasi yang panjang. Hal itu terjadi karena polisi yang tidak hati-hati dalam bertugas. Bisa ada oknum yang benci polisi dan sebagainya. Tapi semua itu belum terungkap. Kita tunggu saja hasil penelusuran yang dilakukan  kepolisian.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya