Berita

Darmono

Wawancara

WAWANCARA

Darmono: Wakil Jaksa Agung Kosong, Kinerja Tim Pemburu Koruptor Terganggu

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2013 | 09:17 WIB

Tim Pemburu Koruptor (TPK) kurang maksimal bekerja setelah posisi Wakil Jaksa Agung kosong sejak 1 Juli lalu. Sebab, posisi Wakil Jaksa Agung itu otomatis menjadi Ketua TPK yang mengkoordinir pengejaran koruptor dan asetnya di luar negeri.

Menanggapi hal itu, bekas Wakil Jaksa Agung Darmono mengaku, dengan kosongnya jabatan Wakil Jaksa Agung itu tentu berpengaruh terhadap kinerja TPK.

“Posisi Wakil Jaksa Agung kosong, tentu kinerja TPK terganggu,’’ kata Darmono kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, kemarin.


Berikut kutipan selengkapnya;

Di mana saja yang terganggu?

Setelah saya pensiun (1 Juli 2013) dari Wakil Jaksa Agung otomatis dari sisi komunikasi dan koordinasi terhambat.

Kalau dulu kan cukup baik. Tapi sekarang nggak mungkin juga Jaksa Agung (Basrief Arief) selalu berkoordinasi dengan TPK. Sebab, pekerjaan beliau juga kan banyak.

Barangkali ada jurang komunikasi?
Anggota tim agak segan melakukan komunikasi secara langsung kepada Jaksa Agung. Biasanya kan ke saya. Makanya sangat diharapkan poisis Wakil Jaksa Agung segera terisi.

Melihat kondisi ini, apa pemerintah kurang serius memberantas korupsi?
Tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan masalah upaya pemberantasan korupsi. Sebab, secara kelembagaan tetap jalan untuk memberantas korupsi.

Hanya dari sisi internal, kalau terlalu lama kosong akan tidak baik. Sebab, Jaksa Agung dipaksa all out bekerja, menguras tenaga, pikiran dan usaha peningkatan kinerja kejaksaan.

Bagaimana pengejaran aset koruptor di luar negeri?
Memang harusnya organisasi terus berjalan, tapi  karena tidak ada yang mengkoordinasikan, maka tersendat pengejarannya.
 
Maka diharapkan segera terisi, sehingga tugas-berkaitan dengan koordinasi pemburuan aset di luar negeri bisa dilanjutkan.

Apakah ada anggota TPK yang minta pendapat ke Anda?
Tim pernah tanya ke saya. Tapi kapasitas saya sebagai orang yang sudah pensiun kan hanya bisa menyampaikan saran. Tidak bisa memberikan perintah apa-apa.

Solusinya bagaimana?
Posisi Wakil Jaksa Agung itu diisi. Pejabat Kejaksaan sekarang itu pasti ada yang terbaik.

Mungkin Presiden belum melihat ada yang terbaik?
Manusia tidak ada yang sempurna. Tapi minimal di antara mereka ada yang memenuhi persyaratan sebagai Wakil Jaksa Agung. Kalau Beban Pak Basrief Arief terbagi, tentu tugas akan lancar, termasuk tugas TPK.

Bagaimana dengan kinerja Kejaksaan?
Saya kira kinerja Kejaksaan juga terganggu. Minimal beban kerja Jaksa Agung menjadi berat. Kelihatannya Pak Basrief Arief  bekerja all out.
Seharusnya begitu jabatan saya berakhir, sudah ada penggantinya.

Apa membuat gejolak di internal?
Tidak juga. Sebab,  Pak Jaksa Agung  sudah menyerahkan sejumlah nama ke Presiden untuk dipilih menggantikan saya.

Barangkali ada masalah?
Saya tidak tahu. Yang tahu itu kan pihak Istana. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya