Berita

ilustrasi/net

Dunia

Bulan Depan, Pakistan Bawa Serangan Drone AS ke PBB

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2013 | 13:21 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Serangkaian serangan dari pesawat tak berawak atau drone milik AS ternyata membuat geram Pemerintah Pakistan. Melalui Kementerian Luar Negeri, Pakistan menganggap serangan drone ini AS sebagai pelanggaran atas kedaulatan wilayah mereka.

"Serangan sepihak ini adalah pelanggaran kedaulatan Pakistan dan integritas teritorial," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataannya, seperti dilansir Zee News (Minggu, 1/9).

Serangan terbaru drone AS ini terjadi pada Jumat (31/8) kemarin dan menewaskan empat warga sipil di wilayah suku Waziristan Utara. Selain mengutuk keras serangan mematikan itu, Pakistan juga menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan sinyal yang berpotensi membahayakan hubungan kedua negara.


"Serangan pesawat tak berawak ini memiliki dampak negatif pada kedua negara untuk menjalin hubungan yang baik dan kooperatif dan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan itu," lanjut pernyataan itu.

Ucapan Pakistan ini bukanlah isapan jempol belaka, mereka secara resmi telah mengumumkan akan mengajukan protes terhadap serangan pesawat tak berawak AS ini ke Majelis Umum PBB bulan depan. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya